Pantaskah Presiden Dijadikan Figuran? • penulis: em je, 10 Mei 2010 15:26:09 • 31 KomentarLucu +5

Figuran? Bukan!

Lumrah terjadi, setiap akan diadakan perhelatan pesta demokrasi, masing - masing kontestan menggunakan berbagai media untuk berkampanye. Termasuk yang mudah dilihat dari jalanan adalah Baliho, Spanduk dan Rontek. Sebelum makan siang, saya kemarin menfoto sebuah baliho yang bagi saya menarik.

Menarik bukan dalam arti ini adalah calon yang saya jagokan untuk memenangi pilkada di kabupaten dimana saya tinggal. Saya tertarik dengan sosok Presiden RI dan Gubernur D I Yogyakarta yang digunakan dalam (sebagai) latar belakang.

Kalau saya boleh berprasangka dan menebak informasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat maka sangkaan saya adalah bahwa pasangan itu ingin masyarakat tahu bahwa pencalonan diri mereka sudah mendapat restu dari Presiden dan Gubernur. Sehingga diharapkan karena Gubernur dan Presiden saya merestui maka rakyatpun tida perlu ragu. Atau inilah titah dari atasan agar para kawula untuk manut saja. Sabda pandita ratu.

Loh katanya ini pesta demokrasi. Entahlah.

Sedangkan kalau saya berprasangka lebih buruk. Maka gambar Presiden dan Gubernur dipajang dalam baliho karena alasan artistik dan komposisi. Singkatnya beliau - beliau memainkan peran sebagai figuran. Mungkin ini akan lebih baik dijelaskan oleh para desainer grafis.

Baliho yang saya tampilkan disini hanya sebagai contoh dan bukan bermaksud untuk memojokan pasangan ini. Saya yakin pasti ada banyak Calon Kepala Daerah yang lain di Indonesia yang menggunakan Ilustrasi dan Desain yang mirip.

Apapun saya tetap bermimpi akan Gunungkidul yang lebih maju sesuai cita - cita yang terkandung dalam sila - sila Pancasila. Halaah

Di copy paste dari http://jarwadi.wordpress.com


Artikel ini memiliki: 31 KomentarLucu +5

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »