3 hari terakhir ini di kota Jambi, hampir di setiap sudut kota, warga pada mengomel bahkan menyumpah-nyumpah, terutama ibu-ibu.
Sumber masalah adalah : Perusahaan Penguasa Kota yang namanya PDAM Tirta Mayang sejak hari Senin tanggal 12 April 2010 tidak dapat mengalirkan kebutuhan air sama sekali ke rumah pelanggan, sementara 95% warga kota menggunakan air ledeng dari PDAM tersebut.
Ada 4 nomor telepon PDAM yang konon katanya siap melayani pelanggan : 0741-800400 ; 0741-24005 ; 0741-22072 ; 0741-31460, namun harus melalui perjuangan keras untuk dapat berbicara dengan petugas mereka.
Setelah berhasil menghubungi, maka jawaban dari petugas tersebut sungguh menakjubkan.
1. Sementara kami sudah berhasil mengalirkan air ke rumah pelanggan walaupun baru 1 pompa yang jalan, jadi harap maklum airnya masih mengalir kecil.
2. Pipa air pecah lagi di 2 lokasi
3. Kami akan cek ke lokasi anda nanti setelah air mengalir normal.
4. Iya memang ada gangguan, tidak tahu sampai kapan.
5. Maaf ada sedikit peningkatan fasilitas pelayanan yang sedang kami kerjakan.
Sungguh sangat aneh jawaban yang diberikan, sementara kenyataan di lapangan, sampai sore ini jam 17.20 WIB tanggal 14-04-2010, di seluruh penjuru kota belum ada air yang mengalir. kalau memang benar butuh air silahkan ajukan permohonan dan air akan diantar dengan bayaran rp.60.000 untuk 2 kubik.
Apakah semua perusahaan daerah seperti ini ? Sudahlah berbuat kelalaian sehingga masyarakat sengsara, bukannya dibantu air gratis atau diberi penjelasan yang benar, ini malahan dijadikan bisnis pemerasan. Uang 60rb yang ditagih untuk 2 kubik air ini akan pergi kemana ???????
Sungguh benar kata rekan saya, harap maklum, namanya saja perusahaan suka-suka. Ya berlaku semboyan "SAK KAREPE DEWE"
Artikel ini memiliki: 9 Komentar • Biasa +2