“Superman” From Menteng Dalem • penulis: Mas Abdi, 19 Maret 2010 15:31:53 • 5 KomentarMenarik +1

Biasanya orang-orang tertentu yang dianggap sudah berhasil menjadi orang besar sudah menunjukkan gejala-gejala tingkah laku yang luar biasa sejak masa kecilnya. Demikian juga dengan Obama yang saat ini dapat dikatakan sebagai Presiden Amerika terfavorit di dunia.

Menjelang kedatangan Presiden Amerika tsb ke Indonesia, kiranya cukup menarik untuk melihat beberapa hal yang luar biasa di masa kecilnya saat bersekolah di Jakarta sampai menjelang kedatangannya tsb.

Berikut ini adalah beberapa catatan kecil yang di kutip dari wartawan Janny Scott Dalam suratkabar International Herald Tribune (15-16 Maret 2008) dan tulisan wartawan Erika Kinetz di majalah Newsweek (21 – 28 April 2008): . . . . . .

Ibu bule Obama Ann yang menikah di Hawaii pada usia 18 tahun dengan seorang mahasiswa Kenya Barack Husein Obama. Perkawinan itu menghasilkan seorang putra yaitu Barack Obama yang lahir bulan Agustus 1961. Barack Obama Senior meninggalkan Ann dan anaknya tahun 1963 dan pindah belajar di Universitas Harvard.

Ann kawin lagi dengan seorang mahasiswa Indonesia Lolo Soetoro yang belajar dengan beasiswa dari tentara. Setelah tahun 1966 dan Soeharto berkuasa, Soetoro dipanggil pulang dan dia memboyong istrinya Ann dan anak tirinya ke Jakarta. Pada tahun 1970 lahir adik perempuan Barack yaitu Maya yang kelak kawin dengan seorang Amerika keturunan Tionghoa bernama Mg.

Ann memiliki harapan-harapan tinggi bagi masa depan anak-anaknya. Saat menjalani hidup di Indonesia dia bangunkan anaknya Barack pukul 4 pagi untuk diberinya pelajaran dalam korspondensi bahasa Inggeris, sebelum pergi bersekolah di SD Jalan Besuki, Jakarta.

Ann sering memberikan Barack rekaman-rekaman dari Mahalia Jackson, pidato dari pemimpin Negro Martin Luther Jr. Sebagai ibu Ann adalah seorang idealis dan juga orang yang disiplin. Ketika Barack merasa keberatan harus belajar pagi-pagi benar pukul empat, ibunya menjawab “Ini juga bukan suatu piknik bagi saya”.

Di mata teman-teman dan para gurunya, Obama dipandang sebagai sosok yang menonjol karena tubuhnya yang tinggi dan kulitnya yang hitam. Menurut Fermina Katarina Sinaga Suhanda, gurunya di kelas 3 SD walaupun berada dalam lngkungan dengan budaya yang asing Obama selalu mau mengatur murid-murid lain supaya berbaris di depan kelas, karena itu Obama sering harus di desak oleh gurunya untuk bergiliran.

Lebih jauh Fermina mengatakan: “Obama selalu mau jadi nomor satu, berada di depan. Secara psikologis, dia ingin memimpin.”

Dari pengalaman hdup di Jakarta inilah Obama mendapat pelajaran berharga untuk menghargai dengan baik ketidakberdayaan teman-teman pribuminya walaupun status Obama saat itu adalah anak dari seorang ibu Amerika yang bekerja di kedutaan besar Amerika di Jakarta.

Pengalaman hidup Obama yang berada dalam suatu negeri yang mayoritasnya Muslim, dalam sebuah lingkungan rukun tetangga yang miskin, juga membuatnya menjadi orang yang merasa diri dekat dengan orang-orang yang kurang beruntung di luar negeri, dan menjadi patriot sejati.

Keberhasilan Obama menjadi Presiden Amerika tentu saja harus dicapai melalui liku-liku kehidupan yang sangat panjang. Akan tetapi walau bagaimana pun juga pengalaman hidupnya di Indonesia dan bagaimana ibunya memberikan pendidikan dengan penuh idelaisme dan disiplin sudah tentu sangat menentukan kesuksesan karir politik Obama yang rasanya cukup layak disebut sebagai “Superman from Menteng dalem ini.

Salah satu kelebihan Obama yang cukup menonjol saat ini adalah pribadi dan kebijakannya yang sangat berbeda dengan presiden Amerika sebelumnya George W.Bush. Dalam hal ini banyak pihak (yang di antaranya adalah Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin) menilai Obama lebih baik daripada George W.Bush

Perbedaannya sudah terlihat jelas ketika ia baru saja merencanakan untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Negara yang dipandang sebagai Negara Muslim terbesar.

Seperti telah diberitakan bahwa 2 organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah menyatakan akan menerima Kedatangan Obama dengan Tangan Terbuka.

Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi mengatakan: “Sebaiknya, jangan ada kaum muslimin Indonesia yang menolak kedatangan Obama,” ujar Hasyim Muzadi di Jakarta kemarin (15/3). Menurut dia, selain bertentangan dengan etika diplomasi internasional, penolakan itu bertentangan dengan etika Islam.

Senada dengan Hasyim Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, Obama mempunyai iktikad baik untuk memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam. Penegasan itu disampaikan Obama dalam pidatonya di Kairo, Mesir, setahun lalu.

Menurut Pak Din, Isi pidato itu, menunjukkan perbedaan seorang Obama dari presiden AS sebelumnya, yakni George W. Bush.

Lebih lanjut Din mengatakan: ”Bush yang aktif berperang melawan teror, terkesan mendiskreditkan Islam. Obama sebaliknya. Karena itu, kedatangan Obama perlu kita sambut.” (GP Ansor Online: 16/3/2010)

Pernyataan 2 tokoh organisasi Islam terbesar Indonesia yang merupakan Negara Muslim terbesar, yang menyatakan mau menyambut kedatangan Obama secara terbuka dan dinilai memiliki itikad baik memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam, sekali lagi menunjukkan kalau Obama memang layak disebut sebagai “Superman from Menteng Dalem”.

Kesuperan Obama belakangan ini menjadi lebih nampak lagi tapi sayang terasa cukup menyakitkan. Pasalnya kunjungan presiden Amerika yang sudah dijadwalkan akan dilakukan 18 bulan ini dinyatakan ditunda pada tanggal 21 bulan yang sama.

Alasannya adalah Obama sedang disibukkan dengan soal pembahasan RUU Pelayanan Kesehatan di DPR yang sudah memasuki tahap final. Meskipun harus menelan kekecewaan toh para pejabat dan rakyat Indonesia tetap berharap besar, Obama akan datang ke Indonesia pada tanggal 21/3/2010, seperti yang dijanjikan.

Sayang sekali, ternyata para pejabat Indonesia harus menelan kekecewaan yang lebih berat lagi ketika gedung putih kembali mengumumkan penundaan kunjungan “superman from Menteng Dalem” ini ke Indonesia sampai bulan Juni 2010 dengan alasan yang sama seperti sebelumnya.

Dapatkah 2 kali penundaan secara sepihak ini dimaklumi oleh presiden SBY dan jajarannya serta rakyat Indonesia yang sedikit banyaknya masih memiliki harga diri ? Ah, tampaknya “superman from Menteng Dalem” ini memang merasa benar-benar superior dengan penundaan yang terkesan seenaknya sendiri itu.

Mungkinkah Obama yang pernah hidup sebagai anak Menteng Dalem ini dulunya selain pintar juga nakal ? Lalu mungkinkah kenakalan tsb masih belum hilang sehingga dia masih suka “ngibul ?”

Salam sukses terus

(Lihat foto: “Superman” From Menteng Dalem)


Artikel ini memiliki: 5 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »