Saat muda harus berjuang mempertahankan negara dari tangan penjajah, saat tua tetap harus berjuang. Tapi bukan melawan penjajah, melainkan melawan negara yang pernah dibelanya, untuk sebuah rumah.
Itulah yang dialami Soetarti Soekarno (kanan, 78 th), Roesmini Koesnaeni (78 th). Menurut Koran Tempo, kedua janda ini telah menempati rumah dinas di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, sejak 1950-an.
“Dulu waktu suami saya masih hidup kami dihormati, tapi sekarang kok malah diginikan. Saya sedih sekali,“ kata Soetarti di Media Indonesia.
Menurut kuasa hukum Soetarti dan Reosmini di Kompas, kedua nenek ini telah mengajukan permohonan membeli rumah dinas tersebut. Namun dari 17 pegawai, ada empat yang ditolak permohonannya, termasuk Soetarti dan Roesmini.
Apa karena sudah merdeka, maka keberadaan para pejuang sudah tidak punya arti apa-apa lagi di mata negara?
(Lihat foto: Sarapan Politikana: Habis Manis Sepah Dibuang)
Artikel ini memiliki: 3 Berita Foto • 8 Komentar • Penting +8