TEMPO 16 Maret 2010 memberitakan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Pudji Astutik, mengatakan sebanyak 1.100 personel dari kepolisian akan mengamankan distribusi naskah ujian nasional ke seluruh kota/kabupaten.
Begitu banyaknya personil kepolisian yang ditugaskan mengawal naskah ujian bisa menjadi penilaian bahwa pemerintah serius menangani bidang pendidikan. Nampaknya kesalahan kesalahan masa lalu cukup menjadi pelajaran untuk introspeksi. Intinya pemerintah berusaha agar tidak lagi terjadi kesalahan seperti yang sudah sudah.
Usaha ini mesti kita acungi jempol.
Pengamanan ujian yang bersandi "Operasi Cendekia 2010" tersebut berlangsung mulai tujuh hari sebelum ujian hingga tujuh hari setelah pelaksanaan ujian dengan sistem pengamanan yang disebut dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka akan melibatkan Samapta, Brimob dan Lantas. Untuk pengamanan tertutup dilakukan Reserse, Intel, bahkan Detasemen Khusus 88.
Sungguh keseriusan yang tidak boleh diragukan lagi.
Tapi kalau dipikir pikir sejenak, efektifkah itu semua, dengan kata lain apakah memang itu yang benar benar dibutuhkan dalam menanggulangi kejahatan yang mengancam ujian nasional? Mengingat dari peristiwa yang lalu, kasus kasus penyimpangan dalam ujian nasional bukanlah kasus yang diwarnai oleh perampokan secara kasar. Tetapi kecurangan kecurangan yang sifatnya sangat 'halus'.
Kita bisa tengok ke belakang, begitu banyak kasus kecurangan ujian nasional di berbagai daerah yang justru dilakukan sengaja oleh pihak sekolah. Dan kita pun bisa memperkirakan mengapa kecurangan kecurangan yang memalukan seperti itu bisa terjadi, salah satu penyebabnya adalah ketidaksiapan pihak sekolah baik itu guru ataupun murid menghadapi nilai standar kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kembali pada barisan petugas pengawal naskah UN, bukannya sedang tidak menghargai usaha pemerintah, tidak sama sekali. Hanya ada kekhawatiran, rapat di depan tetapi bolong di belakang. Bukankah itu percuma.
Tetapi semoga saja itu hanya kekhawatiran yang tidak beralasan dariku saja. Saya percaya, pemerintah telah belajar banyak dari pelaksanaan UN tahun tahun sebelumnya. Saya juga percaya pemerintahan ini adalah pemerintahan yang peduli dengan pendidikan bangsa.
Aku ingat benar pidato Presiden SBY beberapa waktu lalu di depan murid murid dan guru SDN 19 Jakarta,
"Tujuan saya ke sekolah ini agar sekolah ini dikelola dengan baik. Muridnya makin baik, dan mutunya baik. Pak SBY senang pendidikan di sini berjalan dengan baik,
Pak SBY berpesan kepada anak-anak agar menjadi putra-putri bangsa yang berhasil. Kalian harus giat belajar, baik sama guru, dan rukun sama kawan," katanya.
(Lihat foto: Ujian Pemerintah Menghadapi Ujian Nasional)
Artikel ini memiliki: 17 Komentar • Menarik +4