Program pemerintah di bidang ekonomi saat ini, sering mendapat kritikan tajam para pakar ekonomi, dianggap tidak fokus pada substansi masalah ekonomi dan tidak memiliki parameter yang jelas. Banyak program yang progressnya tak jelas, karena pemerintah terlalu sibuk dengan hal-hal lain, entah itu kasus Cicak vs Buaya atau bailout Bank Century yang menyedot banyak energi dan waktu, yang sumber utamanya karena ketidaktegasan pemerintah dan lembaga tinggi terkait.
Selama ini perkembangan industri nasional sangat lemah dengan arah yang tak tentu tujuan, sangat terlalu muluk jika ingin mengejar raksasa ekonomi baru di Asia seperti China dan India. Namun industrialisasi merupakan satu-satunya cara untuk membantu mengentaskan berbagai masalah struktural di Indonesia seperti pengangguran, kesenjangan sosial dan kemiskinan yang masih tinggi, tidak mudah memang, namun target dan action plan harus ditetapkan dan dilaksanakan.
Jika saja hendak memperbaiki ekonomi prorakyat, pemerintah harus segera mengakhiri kebijakan ekonomi yang berparadigma propasar yang ugal-ugalan. Kebijakan ekonomi baik industri, perdagangan, fiskal, maupun moneter harusnya berorientasi pada proindustri dan propetani. Pengembangan sektor riil sebagai lokomotif ekonomi negeri ini harus didorong dan diupayakan, jangan hanya fokus kepada sektor keuangan.
Salah satu hal penting yang harus mendapat perhatian pemerintahan saat ini adalah deindustrialisasi yang sudah diprogramkan dan dijalankan sejak lima tahun lalu, dimana selama ini sektor riil harus menghadapi liberalisasi yang dahsyat sehingga sektor industri terutama usaha mikro, kecil dan menengah hampir tidak mampu menghadapi serbuan produk negara-negara Asean, apalagi produk dari China yang begitu kompetitif, baik segi harga maupun kualitasnya.
Lemahnya industri dalam negeri, antara lain disebabkan oleh tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menetapkan produk ekspor unggulan. Pemerintah terlalu nyaman dan asyik mengandalkan ekspor sumber daya alam yang bernilai rendah bila dibandingkan dengan barang jadi. Masalah revitalisasi industri akan semakin serius dan berat jika pemerintah tidak fokus dalam membuat berbagai kebijakan ekonomi dari pusat sampai daerah, apalagi kalau hanya sibuk dengan urusan politik saja.
Gambar : asli dari sini
(Lihat foto: Kebijakan Ekonomi Pemerintah Lebih Cenderung Propasar, Tidak Prorakyat)
Artikel ini memiliki: 15 Komentar • Menarik +6