Ada tulisan yang menarik dari halaman 3 di koran Kompas, 18 Januari 2009 lalu. Sebuah liputan acara yang menghadirkan beberapa aktivis ICW, dengan judul 'Pemberantasan Korupsi Turun: Tahun 2010 Lebih Suram'. Berikut kutipannya;
"Tahun 2009 merupakan masa suram bagi pemberantasan korupsi. Upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi, baik dengan mengkriminalisasi sebagian pimpinannya atau berusaha mengurangi wewenang komisi itu, makin menjadi. Hanya karena besarnya dukungan masyarakat yang membuat upaya itu belum berhasil"
Pikirkan, sejak pembebasan Bibit-Chandra, upaya-upaya seperti pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum kemudian menjadi cara yang banyak dipakai untuk membentuk pencitraan. Belum lagi isu RPP Penyadapan, lantas isu-isu Century yang terbaru atau upaya-upaya yang justru memecahkan dan melemahkan fungsi badan-badan bentukan sebelumnya. Sedangkan kinerja lembaga yang seharusnya menangani masalah-masalah korupsi seperti Kejaksaan dan Kepolisian juga tak kunjung jadi baik.
Bebasnya Bibit-Chandra bukan berarti aksi selesai, jadi jangan cuma jadi angka pajangan yang basi, bebasnya Bibit-Chandra seharusnya jadi momentum untuk terus bergerak dan jangan terserak
'... tak ada yang lebih totaliter dari gabungan saudagar, preman dan aparat! waktunya merapat!' -- Homicide - Purgatori
catatan; stiker pada rambu-rambu diatas dibuat dengan biaya, Rp 7000,- untuk selembar A3, pilihan jenis huruf adalah 'interstate', mudah dilepaskan & tidak merusak. stiker tersebut enak disajikan jika dalam aksi penempelan ditemani mp3 dari Homicide, Kepal SPI, Koil atau yang lain. Peringatan, menempel stiker dapat menyebabkan dikejar satpam atau polisi, melanggar peraturan perundangan tentang rambu lalu lintas & jalan raya, dan segala konsekuensi lain termasuk meja hijau
(Lihat foto: Apa Kabar Cicak?)
Artikel ini memiliki: 12 Berita Foto • 20 Komentar • Penting +10