Mencermati Bantahan Pelecehan Sexual oleh Anand Krishna • penulis: Mas Abdi, 07 Maret 2010 09:07:25 • 12 KomentarMenarik +3

Kasus pelecehan sexual yang diduga dilakukan tokoh spiritual kondang Anand Krishna terhadap beberapa muridnya dan sudah berulang kali menjadi berita, akhirnya ditanggapi oleh tokoh ybs dengan mengadakan konferensi pers di Jakarta Media Centre (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Selatan, Jum'at (5/3/2010).

Dalam konferensi pers tsb Anand membantah tuduhan tsb dengan mengatakan: "Seluruh tuduhan atas pelecehan seksual sungguh mengada-ada, dan cenderung fitnah. Itu tidak pernah terjadi. Tidak pernah ada." Untuk mengetahui bantahan Anand lebih lengkap dapat dibaca di situs ini. http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/05/383271/inilah-pembelaan-anand-krishna-soal-pelecehan-seks/

Lebih jauh Anand mengatakan bahwa ia siap dimintai keterangan oleh polisi untuk memastikan bahwa tuduhan itu tidak benar dan ia tidak berencana untuk menuntut balik.

PELECEHAN SEXUAL, DOKTRINASI, & REPUTASI ANAND

Seperti telah diberitakan, salah seorang bekas murid Anand Krishna, Tara Pradibta Laksmi (19) melaporkan guru spiritual terkenal, Anand Krishna, ke Kepolisian Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan perbuatan pelecehan seksual. Sebelumnya, ia bersama korban lain telah melapor ke Komisi Nasional Perempuan atas dugaan pelecehan seksual.

"Kami melaporkan kasus pencabulan dan pelecehan seksual dengan Pasal 290 KUHP," ucap kuasa hukum Tara, Agung Mattauch, mendampingi Tara seusai melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/15/16503037/Anand.Krishna.Dilaporkan.ke.Polda.Metro.Jaya

Kalau dilihat dari reputasi Anand Krishna sebagai tokoh spiritual, sebelum berita pelecehan sexual itu ditayangkan di berbagai media, tentunya masyarakat sangat sukar mempercayai tuduhan pelecehan sexual tsb.

Apalagi jika dilihat dari prestasi Anand dalam mengadakan berbagai ceramah dan menulis 140 buku sejak 1997, yang katanya mencakup karya kebangsaan, merupakan penjabaran Pancasila, menjunjung tinggi ke-Indonesiaan, dan telah membawa nama baik bangsa Indonesia ke dunia Internasonal.

Mudah diduga kalau dengan reputasi seperti itu sebagaian masyarakat terutama para pengikut Anand Krishna tidak mempercayai dugaan pelecehan sexual tsb dan bahkan menganggap uduhan tsb sebagai fitnah.

Masalah pelecehan sexual tentu tidak bisa dinilai secara objektif atas dasar suka atau tidak suka kepada seseorang karena reputasinya. Masalah penyimpangan sexual selama ini sudah terbukti bisa menjerumuskan orang dengan reputasi sehebat apapun, termasuk tokoh yang mendalami spiritual dan agama sekalipun.

Oleh karena itu selain mencermati reputasi Anand Krishna kita pun perlu melihat siapa dan apa saja yang diceritakan oleh mereka yang merasa menjadi korban pelecehan sexual oleh Anand Krishna. Ajaran dan kejadian apa saja yang dialami oleh para korban tsb juga perlu dicermati

Menurut kuasa hukum Tara, Agung Mattauch, Anand telah melakukan pelecehan seksual dengan memeluk, meraba-raba bagian sensitif, dan mencium Tara saat melakukan terapi. Ia diperlakukan tidak senonoh di tempat praktik Anand di Layurveda di daerah Fatmawati dalam keadaan tidak sadar atau terhipnotis. Tara mengaku tidak dapat menolak saat Anand melakukan perbuatan itu. Dihipnotis. Bukan enggak sadar sama sekali, cuma pikirannya tidak bisa menolak. Apa pun yang dia bilang, iya-iya saja. Tara tiga bulan diisolasi tanpa ketemu siapa pun di satu rumah. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/15/16503037/Anand.Krishna.Dilaporkan.ke.Polda.Metro.Jaya)

Selain Tara, Sumidah dan 7 wanita lainnya juga melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Anand Krishna. Tujuh perempuan tsb sampai perlu mendapatkan bimbingan psikolog untuk menyiapkan bukti-bukti untuk menjerat tokoh spiritual tersebut.

Sama halnya dengan Tara, murid Anand yang bernama Sumidah juga mengaku dilecehkan Anand dan sering diminta memijat bagian tubuh sensitif Anand. Suami Sumidah yakni Candra yang juga terapis di Layurveda merangkap officeboy menceritakan, ia sering melihat Anand Krishna berduaan dengan para korban.

Ia juga melihat Anand Krisna bermesraan dengan Maya Safira Muchtar, Direktur Anand Ashram. Kalau bermesraan dengan Tara, menurut Chandra, Anand selalu mengunci kamarnya. (Candra pernah mengungkapkan hal ini di sebuah TV swasta dengan lebih detail). http://holistikasaya.wordpress.com/2010/02/18/tujuh-korban-pelecehan-seks-anand-krishna-masih-diawasi-psikolog/

Sementara itu Direktur Anand Krishna Foundation, Maya Safira Muchtar tidak luput dari laporan para korban pelecehan seksual oleh Anand Krishna. Maya dituding telah mendoktrin sejumlah murid Anand Krishna.

"Dia kita laporkan juga. Dia telah mendoktrin para siswa," ujar pengacara Tara, Agung Mattauch kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta. (detikcom:25/2/2010).

Menurut Agung, bukti doktrinasi itu antara lain berupa buku yang dikarang oleh Maya. Dalam buku bertajuk 'Penggallah Kepalamu dan Serahkan Dirimu Pada Mursyid', Maya mendoktrin para siswa Anand Krishna.

Bukti lain doktrinasi yang dilakukan Maya, lanjut Agung, yakni berupa rekaman video saat Maya melakukan doktrinasi. Dalam video tersebut, sambungnya, para murid dicekoki ajaran-ajaran yang menyimpang.

"Dalam video itu, murid-muridnya melakukan ritual. Tapi di dalamnya berisi pengajaran-pengajaran bahwa guru (Anand) adalah dewa yang harus dituruti. Kemarin (24/2/2010) kita laporkan dia dengan Pasal 55 KUHP tentang penyertaan," jelasnya.

Selain itu salah seorang bekas murid Anand bernama Titi yang telah bergabung dengan Anand Ashram sejak tahun 1998, memberikan pernyataan sebagai berikut: Anand juga memperkenalkan ajaran jika mau merasakan hubungan dengan tuhan harus lewat seks. “Kalau wanita, harus dilakukan dengan guru. Sedangkan kalau pria, dia melakukannya dengan wanita yang dikenalkan guru.”

Titi mengaku keluar dari ajaran Anand karena pada 2003. Saat itu di salah satu kelas Jumat, Anand Krishna menyebutkan bahwa ada satu orang murid yang telah belajar selama lima tahun tetapi belum juga meninggalkan agamanya. “Saya merasa orang yang disebut Anand adalah saya. Karena saya tidak pernah meninggalkan salat,” kata Titi. http://anandashram.wordpress.com/

BAGAIMANA KITA MENENTUKAN SIKAP TERHADAP KASUS INI ?

Tulisan ini tentu tidak dimaksudkan agar para pembaca dengan serta merta membenarkan tuduhan terhadap Anand dan sebaliknya juga tidak dimaksudkan untuk segera membenarkan atau membela Anand.

Tulisan ini dimaksudkan agar pembaca dapat mencermati kasus Anand Krishna secara objektif dan seimbang. Ketika para korban Anand melaporkan kasus pelecehan sexual itu kepada Wantimpres, pihak Wantimpres menganjurkan agar kasus tsb diselesaikan secara hukum.

Saran dari Wantimpress tsb mungkin merupakan tindakan yang paling tepat untuk mengungkapkan kasus ini secara terang benderang. Akan tetapi kasus pelecehan sexual yang sudah lama berlalu biasanya sukar dibuktikan.

Polisi pun sudah mengatakan kalau mereka merasa belum punya cukup bukti untuk melakukan penangkapan terhadap Anand. Sementara itu pengacara Anand juga berpendapat sama dan merasa sangat yakin kalau kasus ini akan berlalu begitu saja.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa penyelesaian kasus melalui tindakan hukum tidak selalu bisa diharapkan. Oleh karena itu melalui data yang sudah disiarkan dari berbagai sumber, masyarakat hendaknya bisa menentukan sikap secara ekstra hati-hati terhadap kasus tsb.

Tindakan ekstra hati-hati tentu harus lebih diperioritaskan jika ingin menjalani kegiatan yang bersifat spiritual yang tentu saja terkait dengan kehidupan dunia dan akhirat. Paling sedikit masyarakat harus tahu dengan siapa dia belajar, apa yang diajarkan, bagaimana pola hubungan antara guru dengan murid, dan bagaimana hasil yang sudah diperoleh oleh mereka yang sudah lebih dulu belajar.

Salam sukses

(Lihat foto: Mencermati Bantahan Pelecehan Sexual oleh Anand Krishna )


Artikel ini memiliki: 12 KomentarMenarik +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »