Sun tzu.. The Art of War • penulis: Mr Blues, 06 Maret 2010 15:14:33 • 12 KomentarBagus +3

Dalam dinamika politik nasional akhir2 ini yg cenderung memanas akibat hasil akhir pansus century yg berimbas pada fenomena terpecahnya partai2 koalisi yg masih berumur kurang dari setahun, memang menandakan bahwa dalam dunia politik,konflik memang selalu tak dapat dihindarkan. Tak ada kawan dan lawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan. ketika adanya kepentingan yang berbeda maka dengan sendirinya konflik itu akan tercipta. Dan politik itu juga berbicara mengenai kekuasaan serta halnya suatu kepentingan, tak ayal dalam prakteknya mengensampingkan akan moral dan etika.

Oleh karenanya sampai bermuaralah pemikiran saya ini tertuju pada sun tzu. seorang ahli strategi perang cina (400-320 SM) dengan karyanya yang fenomenal yaitu art of war.

karena memang dalam praktek realnya bahwasanya politik tidak pernah sepi dari perang begitupun perang tak dapat dilepaskan dengan politik. Paling tidak "perang" antar partai, politikus atau calon legislatif dan presiden. perang itu dapat dilakukan dalam rangka meraih kesuksesan politik, bisa berupa karir dipartai, kedudukan sebagai anggota dewan smpai jabatan nomor satu dinegara demokrasi yaitu presiden, ataupun fenomena politik yang dewasa ini bagaimana mempertahankan kekuasaan dari rong-rongan lawan2 politik yang ingin menjatuhkannya.

oleh karenanya dibutuhkanlah strategi. begitu juga "perang" didunia politik selain dibutuhkan kecerdasan, didunia yg penuh intrik dan taktik diperlukan juga strategi-strategi yang jitu dan efektif. strategi perang yang baik, bukan hanya menghasilkan sebuah kemenangan tetapi juga keselamatan bagi pemenangnya.

Perang adalah sebuah seni bak tarian kuas diatas kanvas seorang pelukis. strategi adalah keras dan lembutnya kuasan cat, taktik adalah gelap dan terangnya goresan warna. kemenangan adalah kepuasan tatapan mata sang pelukis diantara bangkai-bangkai cipratan cat dan bulu-bulu kuas yang berserakan.

Dan berikut ini adalah sebagian isi dari art of war yang monumental tersebut sebagai pencerahan untuk para politikus dan juga anda yang sekarang sedang "berperang" dibisnis, kantor, organisasi atau ditengah masyarakat.

 

"seni perang sangat penting buat negara. ini menyangkut masalah hidup dan mati. satu jalan (tao) menuju keselamatan atau kehancuran"

"kenali musuhmu, kenali dirimu maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa resiko kalah. kenali bumi, kenali langit dan kemenanganmu akan menjadi lengkap"

"sang jendral adalah pelindung negara. ketika sang pelindung utuh tentu negaranya kuat. kalau sang pelindungnya cacat tentu negaranya lemah"

"kemungkinan menang terletak pada serangan. mereka yang menduduki medan pertempurannya lebih dulu dn menantikan musuhnya akan memperoleh kemenangan"

"mengetahui kapan seseorang dapat dan tidak dapat bertempur adalah kemenangan"

"mengetahui menggunakan yang banyak dan yang sedikit adalah kemenangan"

"atasan dan bawahan yang menginginkan hasrat yang sama adalah kemenangan"

"bersikap siap dan menunggu musuh tidak siap adalah kemenangan"

"militer yang menang, sudah menang lebih dulu baru bertempur dan militer yang kalah bertempur dulu, baru mencari kemenangan"

"melawan yang banyak sama seperti melawan yang sedikit, itu hanya soal bentuk dan nama"

"kejarlah rancangan-rancangan yang strategis untuk membuat musuh takjub. maka kau bisa merebut kota-kota musuh dan menggulingkan negaranya"

"untuk menyerang dan pasti merebutnya, seranglah dimana mereka tidak bertahan"

"untuk bertahan dan pasti tidak teguh, bertahanlah dimana mereka pasti menyerang"

"demikianlah kalau seorang tampil menyerang, musuh tidak tahu dimana ia harus bertahan. kalau seorang terampil bertahan musuh tidak tahu dimana ia harus menyerang"

"jendral yang terampil akan membentuk lawannya, sementara ia sendiri tanpa bentuk"

"bagi seorang jendral ada lima bahaya. bertekad mati ia bisa tewas. bertekad hidup ia bisa terperangkap. cepat marah ia bisa dihasut. murni dan jujur ia bisa dipermalukan. mengasihi orang banyak ia bisa dibuat jengkel. kelimanya ialah bencana dalam militer"

"gunakan keteraturan untuk menantikan kekacauan. gunakan ketenangan untuk menantikan kebisingan. inilah yang dimaksud mengatur hati dan pikiran"

"buatlah jalan mereka memutar. dan pancinglah mereka dengan keuntungan"

"ketika serangan elang meremukan tubuh mangsanya. itulah berkat waktu (timing). waktu adalah serupa dengan ditariknya pelatuk"

"jangan ulangi cara-cara meraih kemenangan"

"komandan yang handal dalam perang, meningkatkan pengaruh moral dan patuh terhadap hukum dan peraturan. demikianlah ia berkuasa mengendalikan sukses"

"adalah urusan seorang jendral tidak banyak bicara, sehingga lebih dapat menyimak"

"seorang jendral mewakili nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan, ketulusan, kemurahan hati, keberanian dan kedisiplinan"

"meraih 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah puncak ketrampilan. menaklukan musuh tanpa bertempurlah kesempurnaan tertinggi"

"mata-mata merupakan elemen penting dalam perang, karena dipundak mereka bergantung kemampuan pasukan untuk bergerak"

"rahasia dari tipu daya adalah mengetahui bagaimana memanipulasi pandangan musuh. membuat yang jauh kelihatan dekat dan yang dekat kelihatan jauh"

"jendral yang baik menghindari musuh yang semangatnya tinggi. ia menyerang musuh pada saat mereka lelah"

"kunci memenangkan pertempuran adalah memahami maksud musuh. konsentrasikan kekuatan disatu arah. tempuhlah jarak 100 li dan bunuhlah jendralnya"

"ada enam kesalahan yang bisa menyebabkan kekalahan; yaitu penghianatan, ketidakpatuhan, kesia-siaan, ketergesa-gesaan, kekacauan dan kekurangmampuan"

"kemiliteran adalah tao penyesatan. ketika dekat, wujudkan seolah-olah jauh. ketika jauh wujudkan seolah-olah dekat. demikian ketika ia mencari keuntungan, pancinglah dia"

"keunggulan tertinggi adalah kemampuan menembus pertahanan musuh tanpa harus berperang. pejuang terhebat adalah yang mampu menekan musuh untuk menyerah tanpa perlawanan"

 

sumber tulisan: art of war (seni perang sun tzu)

sumber copas tambahan: www.wikimu.com


(Lihat foto: Sun tzu.. The Art of War)


Artikel ini memiliki: 12 KomentarBagus +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »