Menukar Kebebasan dengan Keamanan Semu • penulis: conscientizacao, 05 Maret 2010 21:48:04 • 14 KomentarPenting +5

Video ini, bercerita tentang bagaimana ancaman keamanan, ketertiban, dan moral digunakan sebagai alasan untuk mengekang kebebasan dan privasi. Tanggung jawab individu dihilangkan, karena pemerintah kemudian mau mengambil alih semuanya. Mungkin Anda tidak asing dengan istilah "Demi stabilitas?" Ya. Sangat terdengar Orde Baru.

Kebebasan, keterbukaan, demokrasi, memang tidak murah. Tapi semua yang patut diperjuangkan, pasti layak untuk dinikmati. Penghargaan terhadap hak asasi manusia, adalah jalan panjang menuju kesejahteraan, karena menjunjung tinggi hak asasi berarti memberi peluang kepada individu untuk berkembang, memiliki akses yang sama untuk segala aspek kehidupan, dan tugas negara cukup mengatur jika terjadi konflik di antara penegakan hak-hak itu.

Paling tidak, itulah kesan yang saya dapat, kalau menyimak pernyataan David Scharf, pembuat film berjudul The Big Brother State ini.

The Big Brother State is an educational film about what politicians claim to be protection of our freedom but what we refer to as repressive legislation.

Since terrorism has become a global threat, especially after 9/11, governments all over the world have started enforcing laws which, so the governments say, should increase national security.

These laws obviously aim at another goal: the states gaining more and more control of their citizens at the cost of our privacy and freedom.

"Jika ada orang yang mau menukar kebebasannya demi rasa "aman" untuk sementara waktu, ia tidak layak mendapatkan keduanya, bahkan berpeluang kehilangan semuanya." - David Scharf.

Selamat menikmati akhir pekan Anda, semoga bisa tidur nyenyak malam ini tanpa harus khawatir dengan ancaman keamanan, atau kehilangan hak berpendapat. :D

*Bagi yang tidak bisa nonton Youtube, coba link yang ini di: http://vimeo.com


Artikel ini memiliki: 14 KomentarPenting +5

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »