Kuis yang pernah menjadi program dari salah satu Stasiun Televisi swasta ini. Who Wants to Be a Millionaire berikut dengan pembawa acaranya Tantowi Yahya yang juga turut andil dalam pengambilan keputusan. Dengan menyaksikan berlangsungnya rapat paripurna, mengingatkan kembali dengan program tersebut.
Diakhir kerja pansus ditawarkan tiga pilihan jawaban.
Opsi pertama yaitu menyatakan proses fasilitas pendanaan jangka pendek dan penyertaan modal sementara tidak ada kesalahan baik kebijakan maupun pelaksanaannya.
Opsi kedua, kebijakan dinilai tidak salah, tetapi ada kesalahan pada tahapan pelaksanaan.
Opsi ketiga, terdapat kesalahan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan. (mahfudzsiddik.blogspot.com)
Dengan pilihan bantuan Fifty : fifty , hingga tersisa dua pilihan jawaban. Mengerucut menjadi Opsi A dan Opsi C. Itu artinya pilihan jwaban yang tersisa hanya Opsi pertama dan Opsi ketiga.
Hingga pada tahap selanjutnya Phone a Friend, paripurna menjeda persidangan demi kepentingan lobi dari partai berkepentingan. Hingga sempat muncul sebuah perdebatan terhadap lahirnya opsi gabungan yakni AC. Namun ketua memutuskan tetap pada dua opsi tersebut.
Kuis dilanjutkan......
Hingga tersisa hanya satu pilihan bantuan yakni Ask the Audience, para elit politik ini mengadakan voting dalam pengambilan keputusan akhir sebagai wujud dari demokrasi. Tak lupa nama rakyatpun mereka pertaruhkan.
Hingga muncul satu pemenang yang akan membawa pulang reward setelah menang dengan pilihan jawaban C. dengan umlah vote dari Opsi A sebanyak 212 suara, sedangkan opsi C unggul dengan 325 suara.
Lalu pertanyaannya siapakah yang akan membawa reward berupa uang milyaran rupiah itu??? Akankah rakyat yang namanya dibawa ke persidangan akan menerimanya??? atau tontonan itu yang mereka persembahkan kepada rakyat sebagai imbalannya.
(Lihat foto: "Who Wants to Be a Millionaire" ala PARIPURNA)
Artikel ini memiliki: 6 Komentar • Lucu +1