TER...LA...LU • penulis: Smart, 04 Maret 2010 18:53:34 • 0 KomentarBiasa +2

Akhirnya kumpul bocah bubar sudah. Menghasilkan hiruk pikuk yang khas bocah. Menyanyi, berteriak, menari dan berceloteh riang bila pilihannya yang dipilih. Kemudian sebuah stasiun TV swasta bernama METRO TV menayangkan perbincangan dengan judul ....PEMAKZULAN.... Lho kok pemakzulan? Mengapa opini sudah diarahkan kepada pemakzulan? Lalu saya mendapat foto berupa boneka bergambar Presiden SBY yang jatuh lalu dihinggapi lalat. Apakah akan dibangun kembali opini untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah? Apakah benar yang membuat opini itu sudah memiliki jalan keluar yang tepat? Seperti METRO TV dengan Surya Paloh dan Nasional Demokratnya? Apakah pemakzulan ini sekedar ancaman supaya mendapat perhatian atau ingin mendapat jatah?

 Sebenarnya kalau mau berhitung secara logika maka para "bocah" di Senayan itu yang harus dimakzulkan. Seperti tulisan saya sebelumnya, kinerja mereka sangat buruk bahkan lebih buruk dibandingkan dengan kinerja pemerintah. Sebagian besar undang-undang yang dihasilkan adalah busuk, berkutu dan berbau apek. tetapi dengan jumawa mereka hendak merencanakan pemakzulan? Para bocah ini tidak sadar atau sedang mabuk eforia kemenangan opsi C? Saya lebih bagus opsi K yaitu Kerja (mudah-mudahan para keluarga besar "P" memiliki opis lain :) )

Kinerja pemerintah dan DPR sebenarnya sama-sama merah. Pemerintah lamban dalam menangani berbagai masalah bangsa sedang DPR nyaris tidak menghasilkan keputusan yang berbobot. Alasan yang diungkap untuk melakukan pembelaan diri terlalu banyak. Tetapi satu kata cukup untuk pemerintah dan DPR, yaitu TER...LA...LU (meminjam istyilah Bung Oma Irama).


Artikel ini memiliki: 0 KomentarBiasa +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »