Sempat terenyuh juga mendengar dan melihat adegan demi adegan "seronok" ala kumpul bocah yang dilakoni para anggota dewan yang terhormat. Perlakuan terhadap rekan sendiri juga begitu "lucu dan menggemaskan". Baiklah kita ikuti sejenak perilaku bocah.
Bocah itu sekitar umur 0 tahun sampai akan akil balik. Terbagi atas beberapa tahapan ke"bocah"an.
A. Periode Bayi (Usia 0-1 Tahun)
- Meniru suara yang didengarnya
- Merespon ketika diajak berkomunikasi
- Senang melihat gambar/objek
- Memegang buku dan membalikkan halamannya dengan bantuan
- Merespon cerita dan gambar dengan bersuara dan menunjuk gambar
B. Periode Toddler/Batita (Usia 1-3 Tahun)
- Menjawab pertanyaan sekaligus mengenali objek yang ada dari buku
- Menyebutkan satu-persatu nama anggota keluarga dengan benar
- Menunjuk dan menyebutkan nama benda secara tepat
- Menyukai buku seolah bisa membacanya
- Menyelesaikan kalimat dalam buku yang sudah dikenalnya
- Mencoret-coret di kertas
- Mengetahui nama buku dan mengenalinya dari sampul buku
- Membolak-balik halaman buku tanpa bantuan
- Memiliki buku favorit dan sering memintanya untuk sering dibacakan
C. Periode Awal Pra-Sekolah (Usia 3 Tahun)
- Mengeksplorasi buku-buku secara mandiri
- Mendengarkan cerita buku yang diperdengarkan padanya dengan keras
- Menceritakan kembali sejarah keluarga
- Mengucapkan alfabet dengan jelas dan benar
- Menyanyikan alfabet dengan lancar
- Menulis huruf alfabet
- Menirukan gambar yang ada di buku
D. Periode Akhir Pra-Sekolah (Usia 4 Tahun)
- Mengenali tanda atau tulisan yang sering dijumpai
- Mengeluarkan kata-kata yang lucu dan bernada sama di akhir kata (contoh main, lain)
- Mengenali dan menulis huruf dengan benar
- Menulis dan membaca nama mereka sendiri
- Mulai membunyikan huruf pertama dari sebuah kata
- Mampu mencocokkan beberapa huruf dan bunyinya
- Menggunakan beberapa huruf yang sudah dikenal untuk kemudian dirangkai menjadi kata
E. Periode Taman Kanak-kanak (Usia 5 Tahun)
- Memahami nada dan permainan nada
- Mencocokkan beberapa kata yang diucapkan dengan penulisannya
- Memahami aturan penulisan yang kebanyakan ditulis dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah
- Menuliskan beberapa kata dan sejumlah angka
- Mengenali beberapa kalimat yang sering didengar
- Menebak kisah selanjutnya dalam suatu cerita
- Mengungkapkan kembali cerita yang baru disampaikan kepada mereka
F. Periode Sekolah Dasar Tahun Pertama dan Kedua (Usia 6-7 Tahun)
- Mampu membaca beberapa cerita yang terkenal
- Mampu mengucapkan kata yang belum/baru dikenal
- Menggunakan gambar atau kata-kata untuk mengungkapkan kalimat yang baru dikenal
- Menggunakan beberapa tanda baca yang telah dikenal dan huruf kapital dalam tulisannya
- Mampu mengoreksi sendiri bila ada kesalahan dalam membaca buku
- Menunjukkan kemampuan menguasai buku lewat menggambar
G. Periode Sekolah Dasar Tahun Ketiga dan Keempat (Usia 7-8 Tahun)
- Membaca buku lebih lama tanpa bantuan
- Membaca buku dengan keras disertai mimik dan ekspresi
- Menggunakan bahasa dan gambar untuk mengungkapkan kalimat yang belum dikenal
- Memahami konsep paragraf dan mulai diterapkannya dalam menulis
- Menggunakan tanda baca dengan benar
- Mengucapkan kalimat sederhana dengan tepat
- Menuliskan catatan singkat seperti pesan dari telepon atau email
- Menikmati permainan kata
- Mengucapkan kalimat, frase, atau pembicaraan yang baru mereka dengar
- Memperbaiki kesalahan tulisan yang mereka tulis sendiri
H. Periode Sekolah Tingkat 4-8 (Usia 8-13 Tahun)
- Mengeksplorasi dan memahami berbagai jenis tulisan seperti bibliografi, puisi, dan cerita fiksi
- Mengeksplorasi dan memahami jenis tulisan bergaya narasi, persuasi dan eksposisi
- Membaca kemudian menarik kesimpulan dari sebuah bacaan, contoh buku pelajaran
- Mengidentifikasi jenis pidato dan gaya bahasa (seperti metafora)
- Mengidentifikasi secara tepat unsur penting dari suatu cerita seperti waktu, tempat, plot, permasalahan
- Membaca dan menulis sebuah cerita untuk kesenangan dan mengetahui gaya tulisan yang dibutuhkan
- Menganalisa tulisan sehingga dapat dipahami maksudnya/artinya
(Di comot dari http://dokteranakku.com/?p=148).
Dilihat dari tahapan diatas maka perilaku para "bocah" yang ada di ruang dewan yang terhormat adalah pada kisaran Usia 4 Tahun atau Akhir Pra Sekolah. Mengapa? Sebab
D. Periode Akhir Pra-Sekolah (Usia 4 Tahun)
- Mengenali tanda atau tulisan yang sering dijumpai
* Semenjak Pansus Century segala tulisan dan data yang didapat mulai DI KENALI dan diberikan berbagai interpertasi seperti yang disampaikan oleh Marsillam Simanjuntak
- Mengeluarkan kata-kata yang lucu dan bernada sama di akhir kata (contoh main, lain)
* Ketika rapat dan setiap wakil fraksi memberikan pandangan mulai mengeluarkan celotehan khas bocah seperti huuuu...., mundur...., dan lain-lain
- Mengenali dan menulis huruf dengan benar
* Mulai muncul spandukspanduk yang bertuliskan kata-kata yang aneh dan nyeleneh khas bocah masih belajar menulis.
- Menulis dan membaca nama mereka sendiri
* Suka kalau nama dan jabatan mereka menjadi pembicaraan publik agar lebih terkenal...
- Mulai membunyikan huruf pertama dari sebuah kata
* Nah, sama seperti diatas. Lebih sering menyebut huruf U dan dibaca panjang-panjang sehingga berbunyi huuuuu....
- Mampu mencocokkan beberapa huruf dan bunyinya
* Ini salah satu kepintaran para bocah di senayan
- Menggunakan beberapa huruf yang sudah dikenal untuk kemudian dirangkai menjadi kata
* Mari kita sebut kata PANSUS. Bukankah ini susunan huruf yang sedang menjadi trendsetter di Senayan? Apa arti kata PANSUS? Yah, terserah mereka akan diberi pengertian apa PANSUS itu?
Sebagai contoh adalah kelakuan anggota dewan yang terhormat yang bernama KMRT Roy Suryo. Betapa "senangnya" kita melihat tingkah polahnya dalam memainkan mike dan meneriakkan "huuu...." saat orang lain sedang memberikan pendapat. Betapa dia sangat senang mendapat mainan berupa mike itu dan kita selaku "orangtua' seharusnya mempunyai kewajiban untuk mengajar dia sopan santun dalam menghargai pendapat orang.
Oleh karena itu, baiklah kita selaku "orangtua" kembali memberikan didikan kepada para "bocah" di Senayan seperti anjuran mendiang Gus Dur selaku Guru Bangsa agar mereka kembali sadar bahwa "orang tua" mereka ini sudah malas dan marah melihat dagelan dan permainan yang mereka tunjukkan.
Artikel ini memiliki: 9 Komentar • Lucu +5