Menyoal Kelangsungan Bisnis LNG di Bontang • penulis: Ceppy Febrinika Bachtiar, 22 Februari 2010 19:55:05 • 1 KomentarRating 0

 Lain hal dengan kilang minyak yang bahan baku diperoleh melalui ekspor, kilang LNG hanya diperoleh dari pasokan daerah penghasil gas disekitar. Sehingga, jika pasokan gas habis, maka kilang LNG di wilayah tersebut akan tutup.

Demikian paparan pengamat LNG, Yoga Suprapto, pada talkshow bertajuk ‘Kelangsungan Bisnis LNG’ di Studio TV Bontang, 19 Januari lalu. Selain pengamat migas, talkshow dihadiri sejumlah sumber, antara lain Budi Indianto (Deputy Operasi BP Migas), Agus Haryanto, President Director PT Badak NGL dan Perwakilan Serikat Pekerja Bontang.

Deputy Operasi BPMIGAS, Budi Indianto menjelaskan, bahwa pemerintah tidak akan berpangku tangan membiarkan PT Badak NGL kekurangan pasokan gas. Maka, BPMIGAS berusaha menggenjot produksi gas dari Lapangan Sebuku, Lapangan Tunu 12, produksi gas laut dalam Chevron di Selat Makassar. Tak lupa, pasokan CBM yang masih melimpah di Kalimantan Timur. Diharapkan, PT Badak NGL dapat beroperasi hingga 20 tahun ke depan. Mengingat, kontribusi luar biasa dari PT Badak NGL terhadap perkembangan Kota Bontang.

Sejumlah diskusi yang sempat diperbincangkan di Milis Migas Indonesia sempat muncul di talkshow. Jaminan pasokan gas untuk Pupuk Kaltim, kondisi listrik di wilayah yang kerap ‘byar pet’, jalur pipa bawah laut Kaltim ke Jawa, tenaga kerja dan sebagainya menjadi topik diskusi.

Lantaran siaran ini dipancarkan hingga radius 60 KM, sejumlah anggota milis yang menyimak memperoleh tambahan informasi lebih mendalam. Komunitas Migas Indonesia (KMI) mendukung PT. Badak NGL sebagai Center of Excelent, sebagai LNG Learning and Research Center.

Selain narasumber, turut hadir dari Waka BPMIGAS Hadi Purnomo, Deputi Operasi Migas Budi Indianto, Deputi Operasi dan Pertimbangan Hukum Lambok H. Hutauruk, Head of LNG Business PT Pertamina Hari Karyuliarto, President Director PT Badak NGL Agus Haryanto, dan Ketua Umum Komunitas Migas Indonesia (KMI) Swastioko Budhi serta Humas Herry Putranto.

Diharapkan, diskusi yang dihadiri sejumlah pemaku kepentingan dapat membahas kelangsungan bisnis LNG di masa mendatang.


Artikel ini memiliki: 1 KomentarRating 0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »