Rata-rata siswa bisa konsentrasi mengerjakan soal UN adalah pada menit pertama sampai dengan menit ke 45. Pada saat itu anak khusyu' mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Setelah menit ke 45 lebih berbagai reaksi akan muncul :
Yang paling ringan
- Mulai terdengar hentakan dan gesekan kaki di lantai, "srak-srek-srak-srek"
- Terdengar dari bibir decakan suara dan helaan nafas.
- Posisi duduk mulai goyah. Ada yang rebahan badan di atas, ada yang tetap duduk tegap tapi kepala tersandar di tangan.
- Ada yang mengerakkan kepala (memutar). Pura-pura olah raga tapi sebenarnya ingin menoleh ke sebelahnya.
Yang paling parah
- Terdengar siulan memanggil peserta yang lain. Biasanya terdengar lirih.
- Ada lempar-lemparan kertas kecil.
- Menampakkan jawaban di samping meja kepada peserta sebelah.
- Memberi tanda/simbol, biasanya dengan jari. Jari 1 = a, 2 = b, 3 = c, 4 = d dan 5 = e. Gerakan jari menandakan jawaban soal. Biasanya letak jari ditempel di pipi, atau pura-pura mengupil atau ketuk-ketuk jari di atas meja.
- Reaksi yang lain. Menghitung kancing baju atau dengan penghapus yang telah diberi hurus a, b, c, d dan e di tiap sisi. Penghapus tersebut akan digulingkan di mana sisi yang nampak di atas maka itulah jawabannya.
Reaksi di atas juga tergantung dari tingkat kesukaran soal dan faktor pengawas. Semakin sulit soal maka reaksi di atas tidak sampai pada menit-menit ke 45. Pun demikian dengan faktor pengawas. Pengawwas yang cenderung serius akan meminimalisir gerak-gerik siswa. Sebaliknya pengawas yang longgar dan acuh tak acuh maka bisa jadi reaksi anak di atas akan dimulai pada menit-menit awal.
Demikian hasil pengamatan sederhana tentang kegiatan latihan Ujian Nasional. Sekaligus sisi lain dari potret buram pendidikan. Semoga ada manfaatnya.***
(Lihat foto: Laporan Ringan Sebagai Pengawas UN)
Artikel ini memiliki: 48 Komentar • Menarik +10