C. Johnson dari NATO Komite Watch, sebuah Jaringan Internasional untuk Penghapusan Pangkalan Militer Asing, mendata; Saat ini Amerika Serikat tengah mengoperasikan dan mengontrol antara 700 sampai 800 pangkalan militernya di luar daratan Amerika di 156 negara dari jumlah 440 pangkalan di dalam negeri. Dan menjadikan 63 negara sebagai basis utama pangkalan militer pasca peristiwa 11 September 2001.
Laporan data ini ditulis pada tahun 2005, dengan jumlah total, 255.065 personil militer AS tersebar di dunia.
Sementara fasilitas militernya mencakup total 845.441 bangunan dengan berbagai peralatan berbeda, dan jumlah tanah yang dimiliki sekitar 30 juta hektar.
Menurut Gelman, data tahun 2005 itu resmi data yang dikeluarkan oleh Pentagon. Sementara itu pemerintah AS diperkirakan memiliki total 737 basis di negara dunia. Jumlah total wilayah daratan yang ditempati pangkalan-pangkalan militer AS di dalam negeri AS dan dunia adalah 2.202.735 hektar, yang membuat Pentagon menjadi salah satu pemilik tanah terbesar di seluruh dunia (Gelman, J., 2007).
Dengan beberapa kemungkin, bisa jadi data itu belum mencakup seluruh bascamp tentara AS di negara-negara diluar data resmi Pentagon. Lalu, apakah Amerika Serikat sudah membangun militernya di Indonesia?.
Pertanyaannya:
1. Kira-kira untuk apa jumlah pangkalan yang sebegitu luar biasa luas itu?
2. Kira-kira siapa target utamanya?
3. Kira-kira biaya operasi dari mana didapat?
4. Paling urgen!, siapa yang menjadi teroris?
Sumber data:
http://www.nps.gov/index.htm
http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=5564
http://www.alternet.org/story/47998
http://www.alternet.org/story/97913/
Buku:
Nemesis: The Last Days of the American Republic (American Empire Project) : Chalmers Johnson
The Complex: How the Military Invades Our Everyday Lives (American Empire Project): Nick Turse
Gambar: Latuff
(Lihat foto: Teori Konspirasi Itu!)
Artikel ini memiliki: 46 Komentar • Menarik +8