Mr.Wilopo, pernah menjabat Perdana Menteri di-era orde lama (1952 – 1953) dan Ketua DPA selama sepuluh tahun di-era orde baru (1968 -1978) mengeluarkan pernyataan yang membuat kebakaran jenggot banyak pihak.
Awas Bahaya Trio Persekongkolan : Pejabat, cukong dan bandit mengancam Indonesia !
Untung Wilopo yang berkata begitu. Kalau saya yang berkata begitu, pasti sudah masuk kerangkeng pemerintah Orba.
Kata pejabat tidak perlu dicarikan artinya di kamus. Sudah jelas yang dimaksud dengan kata pejabat. Seorang pejabat pasti memiliki kuasa dan kewenangan.Boleh pejabat legislatif, boleh pejabat eksekutif dan boleh pejabat yudikatif.
Kalau merinci pengertian cukong, ya itu … maksudnya orang yang bermodal, memiliki banyak modal. Memang kata cukong populer kala itu. Sekarang ini mungkin kata cukong bisa diterjemahkan dengan pemodal besar. Kira-kira begitu.
Nah, kata bandit, ya… mereka yang tak jelas. Ilmuwan bukan, akademisi bukan, pengusaha bukan, wartawan bukan juga, tentara bukan, sastarwan bukan, penulis bukan. Otaknya kosong melompong. Biasanya mereka adalah sosok yang pandai berbicara, berkoar-koar, menghasut rakyat memilih mereka pada pemilu, menyogok rakyat, membonceng wibawa partai besar, tokoh besar sehingga mereka kecipratan wibawa dan kekuasaan. Kalau mereka disuruh bekerja , ya.. ndak bisa apa-apa. Kan mereka mau menjadi kaya raya tanpa mau berkeringat. Mereka kepingin tenar dengan menginjak bangkai orang. Maunya bikin manuver sana-sini, genit gayanya, kosong otaknya. Kira-kira begitu
Saya ingin mengatakan, bahwa apa yang menjadi pernyataan Wilopo puluhan tahun silam masih relevan dengan kondisi saat sekarang ini.
Ketika Trio itu bersekongkol dalam kejahatan, maka yang rugi adalah rakyat. Kekayaan alam terkuras tanpa terukur sampai dimana pencapaian kesejahteraan rakyat. Bahkan negara bisa hancur, bangkrut gukung tikar
Artikel ini memiliki: 4 Komentar • Menarik +1