Bakrie merugikan negara US$477,3 juta, santai aja bos! ! • penulis: lila, 15 Februari 2010 18:05:18 • 42 KomentarMenarik +7

  Menurut perhitungan dan analisis dari ICW,  tiga anak perusahaan tambang milik Bakrie Group berpotensi merugikan negara  sebesar US$477,3 juta untuk tahun buku 2003-2008. Kelompok usaha ini  diduga sudah melakukan penggelapan pajak secara sistematis, selama 5 tahun. Hmm..  siapakah dirjen pajak saat itu ?  Bukankan sang Dirjen Pajak itu adalah mister  Hadi Poernomo , yang sekarang menjabat ketua BPK ?   Hadi Purnomo ini diberhentikan  oleh Menkeu Sri Mulyani, karena   laporan kinerja pajaknya  yang tidak beres.  Peridoe 2003- 2008 terjadi tindak pidana penggelapan pajak penjualan batubara yang dilakukan oleh anak usaha Bakrie group PT Bumi Resources/ sebesar US$620,5 juta. Luarr biasaa ! Kalau dihitung   cepat kerugian negara jauh lebih besar dilakukan oleh kelompok usaha Bakrie dibandingkan  dengan  perampokan Robert Tantular Bank Century.  
Kasus penggelapan pajak  Bakrie akibatnya bagi Indonesia bukan saja penerimaan keuangan negara yang berkurang tetapi  soal  kehancuran   ekologi yang luarbiasa yang disebabkan oleh penambangan  batu bara extensif oleh 3 anak perusahaan tambang Bakrie. Aktifis  Lingkungan hidup pernah menobatkan kelompok usaha ini sebagai Penghancur Lingkungan nomer wahid. 
Sekarang ini bagi presiden Esbeye adalah saat yang tepat dapat menoreh tinta emas di sejarah Indonesia dan mengembalikan lagi popularitasnya. Caranya  dengan bertindak tegas terhadap konglomerat pengemplang pajak, macam Bakrie Group. Langkah yang dilakukan  Presidan Esbeye  mirip dengan  tindakan   Vladimir   Putin memberangus kelompok oligarki tambang Rusia yakni dengan menasionalisasi usaha sekaligus menghukum berat  pemiliknya,karena menggelapkan pajak. 
Tapi harapan itu mungkin hanya mimpi karena kembali pada kondisi  Indonesia yang terjadi justru sebaliknya.  Sang   Presiden  Esbeye sulit bertindak tegas, malah belum ada presedennya sang presiden bertindak seperti layaknya seorang presiden. Selain itu Sang Presiden justru  adalah sobat karib si penjahat pajak, Aboerical Bakrie.  Konon  karena  kenyamanan hubungannya dengan Aboerizal, sang Presiden pernah menggagas untuk  didudukannya  sebagai wapres walaupun entah oleh sebab apa justru terpilih adalah Boediono. Mungkin ini yang membuat berang Aboerizal terhadap tim ekonomi yang dekat sang Presiden Esbeye, karena diduga mereka yang menjegal langkah Aboeical jadi wapres.  Untuk melampiaskan kekesalannya  maka terjadilah aksi angket bank Century dan aksi parlemen jalanan (demonstrasi).Bagi Aboeical Bakrie mengeluarkan beberapa milyar rupiah untuk menggoyang /menjatuhkan  Sri Mulyani dan Boediono masih jauh lebih murah dari  pada harus membayar hutang pajaknya yang mencapai  berjumlah trilyunan rupiah.  

 Jadi tidak akan  mengherankan jika  Aboerical tetap  mendendangkan  lirik  dangdut si Oma Irama; ..Ssantaai ! 

(Lihat foto: Bakrie merugikan negara US$477,3 juta, santai aja bos! ! )


Artikel ini memiliki: 42 KomentarMenarik +7

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »