Menurut perhitungan dan analisis dari ICW, tiga anak perusahaan tambang milik Bakrie Group berpotensi merugikan negara sebesar US$477,3 juta untuk tahun buku 2003-2008. Kelompok usaha ini diduga sudah melakukan penggelapan pajak secara sistematis, selama 5 tahun. Hmm.. siapakah dirjen pajak saat itu ? Bukankan sang Dirjen Pajak itu adalah mister Hadi Poernomo , yang sekarang menjabat ketua BPK ? Hadi Purnomo ini diberhentikan oleh Menkeu Sri Mulyani, karena laporan kinerja pajaknya yang tidak beres. Peridoe 2003- 2008 terjadi tindak pidana penggelapan pajak penjualan batubara yang dilakukan oleh anak usaha Bakrie group PT Bumi Resources/ sebesar US$620,5 juta. Luarr biasaa ! Kalau dihitung cepat kerugian negara jauh lebih besar dilakukan oleh kelompok usaha Bakrie dibandingkan dengan perampokan Robert Tantular Bank Century.
Kasus penggelapan pajak Bakrie akibatnya bagi Indonesia bukan saja penerimaan keuangan negara yang berkurang tetapi soal kehancuran ekologi yang luarbiasa yang disebabkan oleh penambangan batu bara extensif oleh 3 anak perusahaan tambang Bakrie. Aktifis Lingkungan hidup pernah menobatkan kelompok usaha ini sebagai Penghancur Lingkungan nomer wahid.
Sekarang ini bagi presiden Esbeye adalah saat yang tepat dapat menoreh tinta emas di sejarah Indonesia dan mengembalikan lagi popularitasnya. Caranya dengan bertindak tegas terhadap konglomerat pengemplang pajak, macam Bakrie Group. Langkah yang dilakukan Presidan Esbeye mirip dengan tindakan Vladimir Putin memberangus kelompok oligarki tambang Rusia yakni dengan menasionalisasi usaha sekaligus menghukum berat pemiliknya,karena menggelapkan pajak.
Tapi harapan itu mungkin hanya mimpi karena kembali pada kondisi Indonesia yang terjadi justru sebaliknya. Sang Presiden Esbeye sulit bertindak tegas, malah belum ada presedennya sang presiden bertindak seperti layaknya seorang presiden. Selain itu Sang Presiden justru adalah sobat karib si penjahat pajak, Aboerical Bakrie. Konon karena kenyamanan hubungannya dengan Aboerizal, sang Presiden pernah menggagas untuk didudukannya sebagai wapres walaupun entah oleh sebab apa justru terpilih adalah Boediono. Mungkin ini yang membuat berang Aboerizal terhadap tim ekonomi yang dekat sang Presiden Esbeye, karena diduga mereka yang menjegal langkah Aboeical jadi wapres. Untuk melampiaskan kekesalannya maka terjadilah aksi angket bank Century dan aksi parlemen jalanan (demonstrasi).Bagi Aboeical Bakrie mengeluarkan beberapa milyar rupiah untuk menggoyang /menjatuhkan Sri Mulyani dan Boediono masih jauh lebih murah dari pada harus membayar hutang pajaknya yang mencapai berjumlah trilyunan rupiah.
Jadi tidak akan mengherankan jika Aboerical tetap mendendangkan lirik dangdut si Oma Irama; ..Ssantaai !
(Lihat foto: Bakrie merugikan negara US$477,3 juta, santai aja bos! ! )
Artikel ini memiliki: 42 Komentar • Menarik +7