Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.(Uga wangsit Siliwangi)
Di Indonesia kini perlu diwaspadai. ketujuh gunung tersebut mulai menunjukkan aktivitasnya sehingga Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung
mengkategorikannya dalam kondisi waspada. Ketujuh gunung itu, dua di antaranya berada di wilayah Pulau Sumatera yakni Gunung Kerinci dan Gunung Anak Krakatau, satu di Jabar, Gunung Tangkuban Perahu, dua di Jatim Gunung Semeru dan Gunung Ijen, serta dua di Sulawesi Utara, yakni gunung Lokon dan Gunung Karang Etan Menurut Direktur Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dr Ahmad Djumarna, peningkatan aktivitas ketujuh gunung tersebut terjadi secara beragam, baik dari segi kejadian gempa, peningkatan aktivitas kimiawi juga fisikanya, yakni perubahan bentuk maupun temperaturnya.
Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya.(uga wangsit)
Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah! (uga wangsit)
Tujuh pendaki asal Universitas Yarsi yang diberitakan hilang dalam pendakian di Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), siang ini, Selasa (2/3), sekitar pukul 11.00, sudah ditemukan dalam kondisi semua pendaki selamat. Dalam posisi terpencar, mereka berada pada ketinggian 1.700 meter.
kang mas, nanti sore data2 dari temen di bandung InsyaALLAAH datang, mencakup dokumentasi semua wilayah hutan larangan (daerah kabuyutan) yang dieksploitasi orang2 yang tidak bertanggung jawab, mulai dari hutan sancang, daerah kampung naga, babakan siliwangi, dago, punclut ciumbuleuit, badigul rancamaya, dan banyak lagi... di sepanjang sumedang bandung.... sekarang yang terbaru ini di taman nasional gunung halimun.... tidak boleh dibiarkan lagi....hutan gunung tangkuban parahu sudah ancuuurr... orang sunda kalah dengan kepengecutannya...memalukan !!!! (ki baraja…P)
Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!
Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang! (uga wangsit)
“Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggumu. Karena itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu di akhir malam, jangan ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal (jangan menoleh ke belakang), kecuali istrimu, sungguh dia akan ditimpa adzab seperti yang menimpa mereka…” (Hud: 77-78)
Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit,(uga wangsit)
Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu.(uga wangsit)
sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule (antek asing), yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.(uga wangsit)
Keterlibatan AS dalam kupdeta militer yang merangkap di tahun 1965 di
Indonesia sudah banyak ditulis. Bung Karno (BK) yang mempunyai visi jauh
kedepan sudah menetapkan bahwa Indonesia adalah non blok, mandiri
(berdikari), dan tidak mau tergantung pada utang luar negeri (“Go to hell
with your aids!”). Sayang sekali, Soeharto dkk. melakukan konspirasi dengan
USA (via CIA) menusuk bangsanya sendiri.
Kegiatan presiden soekarno pada 1 oktober 1965. orang bertanya-tanya, mengapa soekarno memilih untuk berlindung di halim perdanakusuma, jakarta, yang waktu itu dikenal sebagai basis gerakan g30s/pki.
PAGI itu, 1 Oktober 1965, sekitar pukul 06.00, Letnan Kolonel Soeparto, sopir pribadi Presiden RI, tiba di rumah kediaman Nyonya Ratna Sari Dewi istri ke-3 Presiden Soekarno, di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di tempat yang kini bernama Museum Satria Mandala, telah menunggu Ajun Komisaris Besar Polisi (kini Letkol. Pol.) Mangil, Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP). Orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas keselamatan Bung Karno kala itu memberitahukan kepada Soeparto bahwa ia menerima laporan dari anak buahnya: rumah Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II dr. Leimena dan Jenderal A.H. Nasution ditembaki oleh 50-an pasukan tak dikenal. Mangil segera mengecek kebenaran laporan yang ia terima dari anak buahnya. Apa yang sesungguhnya telah terjadi? Ternyata, pada dinihari 1 Oktober itu, tepatnya antara pukul 03.30 dan 04.00, meledak suatu peristiwa berdarah yang kemudian mengubah wajah negeri ini: enam jenderal diculik dari rumahnya, diangkut dengan truk militer ke Lubang Buaya, Kecamatan Pondok Gede, tak begitu jauh dari Pangkalan Udara AURI Halim Perdanakusuma. Tiga di antara enam jenderal itu telah mereka habisi sebelum dilempar ke dalam truk: Menteri Pangad Ahmad Yani, Asisten Intel Mayjen. S. Parman, dan Asisten IV Brigjen. D.I. Panjaitan. Sementara itu, Asisten II Pangad Mayjen. Soeprapto, Asisten III Pangad Haryono M.T., dan Oditur Jenderal/Kepala Kehakiman AD Brigjen. Soetojo Siswomihardjo telah mereka bunuh secara kejam di tengah sorak sorai kaum pemberontak, di Lubang Buaya.
Apakah semua ini pertanda akan segera terjadi bencana besar yang mana berarti sang Raja Adil akan segera muncul.
Artikel ini memiliki: 1 Komentar • Inspiratif +0