Sarapan Politikana: Korupsi ala Tiket Pesawat • penulis: sarapan politikana, 11 Februari 2010 11:38:35 • 12 KomentarMenarik +3

Ternyata orang Indonesia banyak akalnya. Terutama mengakali sesuatu hal agar mendatangkan keuntungan berlimpah. Tidak usah melihat status orang dalam hal ini. Dan tidak perlu menghakimi hanya orang susah atau penjahat saja yang bisa melakukan manipulasi untuk mendatangkan keuntungan besar.

Contohnya sekarang adalah korupsi ala tiket perjalanan dinas yang dilakukan para diplomat. Di Tempo dikatakan bila penggelemungan biaya perjalanan dinas itu terjadi di dua tempat, di biro perjalanan rekanan dan di Kementerian Luar Negeri. Jumlah uang yang digelembungkan bisa lebih dari 60 persen. akibatnya dalam setahun negara merugi sekitar Rp 30 miliar.

Di berita ini, dijelaskan bila biro perjalanan akan mengeluarkan dua surat tagihan yang diisi sesuai keinginan si diplomat. Jumlah harga tiket dan penumpang yang tercantum di dua surat tagihan itu berbeda. Tagihan yang angkanya lebih besar akan diserahkan Kementerian Luar Negeri ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan.

Karenanya, untuk melancarkan modusnya itu, para diplomat akan bekerja sama dengan biro perjalanan rekanan dan pegawai Kementeria Luar Negeri.

Bingung mengkomentari berita ini. Karena kelakuan para diplomat itu sungguh memalukan. Kalau saja para negosiator Indonesia di zaman Belanda dulu masih hidup, pasti mereka akan mengurut dada melihat tingkah si diplomat.

Lah wong, pada masa perjuangan dulu para negosiator pergi ke luar negeri untuk menyakinkan dunia internasional agar Indonesia merdeka dan berdiri jadi sebuah negara. Eh, sekarang para penerusnya keluar negeri untuk memperkaya diri.

Memalukan!

(Lihat foto: Sarapan Politikana: Korupsi ala Tiket Pesawat)


Artikel ini memiliki: 12 KomentarMenarik +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »