Membaca tulisan Mbah Darmo banyak saya temukan hikmah kebagusan kalimatnya. Ibarat saya sedang membaca kitab suci. Ya membaca tulisan yang menarik ibarat kita sedang mengarungi jagat raya yang belum pernah kita jamah. Dari membaca itu kita akan temukan berbagai hikmah, berbagai pengetahuan, dan ilmu. Akibatnya kita akan tahu betapa sederet kalimat itu mampu memberikan pencerahan.
Dan seorang Mbah Darmo telah mampu melakukan hal demikian. Sejak tulisan yang pertama My Romance sampai tulisan terakhir Betapa Menderitanya Presiden selalu saya temukan pelajaran yang berharga, motivasi, semangat, dan segudang hikmah dibalik tulisan itu.
Terlalu berlebihan kesannya namun demikian yang saya rasakan. Tema yang kadang sangat sederhana misanya Becak dan Pengamen namun karena kemasannya yang apik kadang saya seperti sedang membaca kitab suci. Nilai yang terkandung dari bahasan dan kalimat yang mengugah ghiroh laksana saya membaca ayat-ayat suci.
Demikian-lah tulisan Mbah Darmo. Sebenarnya siapa beliau? Sesingkat pertemuan saya dengan beliau, beliau adalah sosok yang sangat sederhana santun dan mohon maaf orang yang serius. Bahkan saya tidak bisa mengajak sedikit bercanda di hadapan beliau. Meskipun dibeberapa komentarnya kadang beliau suka bercanda pada kenyataannya beliau orang yang serius. Entah apakah ini penilaian sepihak dari saya.
Hidup di lereng Merapi dengan sederhana adalah pilihan beliau sampai sekarang. Dengan bentuk rumah Joglo yang asri beliau membina keluarganya dengan apa adanya. Mungkin semangat kesederhanaannya inilah yang membuka mata hati untuk melihat sesuatu yang sangat sepele menjadi banyak maknanya, termasuk dalam ide-ide tulisannya.
Mbah Darmo sepertinya memiliki fibrasi dan kepekaan illahiyah dalam setiap tulisannya. Hingga saya dibuat tazim dihadapan makhluk Allah yang satu ini. Kini beliau sedang sakit dan menjanjikan kepada saya 5 hari lagi akan menulis lagi. Ya Mbah akan saya tunggu ayat-ayatmu. Jika tidak ada yang keberatan saya akan menambah nama di belakang beliau menjadi Mbah Darmo shalallahu alaihi wassalam (semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepadanya)***
(Lihat foto: Membaca ayat-ayat Mbah Darmo)
Artikel ini memiliki: 27 Komentar • Menarik +3