Bambang Soesatyo dan Flame War • penulis: enda, 10 Februari 2010 17:29:35 • 26 KomentarMenarik +10

Dengan makin populernya penggunaan internet di masyarakat Indonesia, maka pengguna Internet kini datang dari berbagai kalangan.

Dari ABG yang kabur dengan pacarnya dan dilaporkan sampai para aktifis, pejabat pemerintah hingga anggota DPR.

Ini adalah perkembangan yang menggembirakan, dan terwujud karena adanya Internet. Jalur komunikasi terbuka, saluran aspirasi jadi lebih luas.

Percakapan di Internet adalah tepat seperti katanya sendiri "percakapan", buka sebuah hasil akhir dari sebuah pemikiran, sifatnya spontan dan informal.

Ia bukan sebuah barang terbitan yang sudah dicek untuk kesalahan ketika diterbitkan, tidak ada editor, spellchecker, factcheker di belakang "percakapan" itu yang membedakan percakapan dengan "media".

Yang kemudian menjadi rancu adalah, ketika "percakapan" di dunia maya mengambil format yang lebih durable karena tercatat.

Kita tidak bisa menolak ketika orang menilai diri kita dari apa yang kita percakapkan, percakapan karenanya jadi sebuah bagian dari diri kita.

Pak Bambang Soesatyo, salah satu anggota dewan dari Partai Golkar adalah salah satu mereka yang mencoba dan mencebur dalam percakapan online, dalam kisah ini beliau memulai ngetwit di alamat @bambangsoesatyo.

Sebuah inisiatif yang baik sebenarnya.

Yang kemudian menjadi masalah adalah bagaimana percakapan yang terjadi antara Pak Bambang ini dengan mereka yang membuka jalur percakapan dengan beliau.

Percakapan yang terjadi kemarin ini, tgl 9-2-2010 memperlihatkan bagaimana Pak BS "bertukar pikiran" dengan seorang yang menggunakan nama anonim di Twitter yang berujung pada saling ejek dan saling memancing kemarahan orang menggunakan kata-kata kotor.

Di dunia Internet, ini biasa disebut dengan FLAMING atau dalam kasus yang lebih besar dan panjang disebut FLAME WAR dan biasanya dihindari karena tidak ada hal subtantif yang bisa selesai disitu dan bisa dianalogikan dengan 2 orang yang saling melempar lumpur satu sama lain.

Pengguna Internet kawakan sudah terbiasa dengan jurus-jurus Flaming seperti ini, mereka yang mencoba memancing kemarahan orang tanpa guna biasa disebut sebagai Troll.

Korbannya adalah mereka yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam situasi Flame War dan terseret pada adu makian yang ujung-ujungnya selalu merugikan kedua belah pihak.

Saya berspekulasi bahwa dalam benak Pak BS, dia boleh-boleh saja dan sah untuk membalas dan masuk dalam sebuah Flame War karena pihak yang dia hadapi adalah seorang tanpa identitas jelas.

Yang terlupa oleh Pak BS adalah bahwa dia sendiri yang justru menggunakan identitas yang jelas, dan apa yang dia "percakapkan" mungkin akan memberikan dampak dalam bentuk penilaian orang dan publik pada dirinya sendiri, lembaga dimana dia berada, organisasi yang dia wakili dan kelompok atau grup lain dimana dia berafiliasi di dalamnya.

Mudah-mudahan posting ini bisa menjadi semacam pembelajaran, bukan hanya untuk para politisi yang berani bercakap-cakap di dunia maya tapi buat siapa saja yang memasuki dunia baru untuk bisa berhati-hati dan melihat lebih lingkungan ruang bicaranya.

Karena seperti pepatah mengatakan, masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang harimau mengaum

 

WARNING
Kata-kata dalam gambar diatas untuk dikonsumsi oleh orang dewasa dan tidak pantas dibaca anak dibawah umur. You've been warned.

(Lihat foto: Bambang Soesatyo dan Flame War)


Artikel ini memiliki: 26 KomentarMenarik +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »