Lagi, Kemplang Pajak Bakrie Marahi Deny • penulis: laler istana, 08 Februari 2010 10:42:36 • 20 KomentarPenting +8

 

Entah kenapa, setelah membaca berita detik pagi ini, saya teringat ceritera tentang kentut tak berbunyi tapi baunya sangat menyengat yang dikeluarkan oleh seorang tidak bertanggung jawab di dalam sebuah bis yang penuh sesak. Semua mengumpat tapi tidak ada yang mengaku, sampai sang kernet berteriak kencang, "Yang kentut belum bayar !", dan disambut sebuah jawaban spontan seorang pria dengan baju perlente, "enak saja, saya sudah bayar tadi !!".

Kecaman seorang Lalu Mara Satriawangsa, dulu jubir Ical sekarang wakil sekjen Golkar, kepada Deny memang seperti gongongan nyaring anjing penjaga yang setia. Seekor anjing memang hanya mampu menyalak, berharap "musuhnya" lari terkencing-kencing. Lupa kalau gonggongannya tadi akan membuka borok lama dan menyeret tuannya ke ranah pertempuran baru. Politik mutakhir Indonesia adalah perang pembentukan opini. Yang menyalak paling keras dengan corong paling banyak pantas berharap untuk menang.

 

Orang Dekat Ical Minta Denny Tak Alihkan Kasus Century ke Isu Pajak
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Ucapan Denny Indrayana soal politisasi kasus Century kemungkinan didalangi para pengemplang pajak dikecam kubu Aburizal Bakrie. Denny diminta tidak mengalihkan isu Century ke hal-hal lain yang tidak penting.

"Kita jangan mengalihkan perhatian. Proses Pansus Century sudah sangat terbuka dan terang benderang," kata Wasekjen Partai Golkar, Lalu Mara Satriawangsa, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (8/2/2010).

Menurutnya, rakyat sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi di kasus Century. Orang dekat Ical ini meminta Denny agar mengikuti saja prosedur yang ada.

"Saudara Denny jangan mengalihkan isu. Bila yakin tidak bersalah ya maju jelaskan saja. Jangan menuding kiri dan kanan," imbuhnya.

Lalu Mara meyakini bila Pansus bertujuan mengungkap kebenaran. "Tidak berpretensi menjatuhkan orang atau memakzulkan," tutupnya.

Denny memang tidak menyebut langsung siapa pihak-pihak yang mengemplang pajak itu. Namun mengingat posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketum Golkar, dan partai beringin sebagai salah satu motor pansus, kuat dugaan salah satunya mengarah ke Aburizal Bakrie.

Pada Minggu (7/2) Denny Indrayana menyatakan, "Pejuang antikorupsi selevel Boediono dan Sri Mulyani justru dikriminalkan. Padahal, amat mungkin yang mendesain justru adalah kelompok-kelompok yang punya masalah hukum, tidak taat membayar pajak."

Data dari Ditjen Pajak per 1 Februari, 10 penunggak pajak adalah:

   1. Pertamina (Persero) : Surat Paksa
   2. Karaha Bodas Company LLC : Penyanderaan
   3. Industri Pulp Lestari : Blokir Rekening
   4. BPPN : Surat Paksa
   5. Kalimanis Plywood Industries : Penyitaan
   6. Bakrie Investindo : Surat Paksa
   7. Bentala Kartika Abadi : Surat Paksa
   8. Daya Guna Samudra Tbk : Pelelangan
   9. Kaltim Prima Coal : Surat Paksa
  10. Merpati Nusantara Airlines : Surat Paksa

Sumber: Detik


Artikel ini memiliki: 20 KomentarPenting +8

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »