Skripsi DIjual Kiloan di Kampus UNHAS • penulis: Daeng Lalo, 05 Februari 2010 10:47:15 • 5 KomentarMenarik +1

Berita miris datang dari Kampus UNHAs seperti diberitakan Harian Tribun Timur, Makassar, (04/02/2010).

Kasian, skripsi yang
sejatinya menjadi dokumen ilmiah justru dinilai sebagai barang rongsokan.
Karya ilmiah yang dikerjakan mahasiswa dengan penuh pengorbanan ini malah
dijual kiloan laiknya kertas bekas.

Ironisnya lagi, kejadian memilukan ini terjadi di Fakultas Ilmu Budaya
(FIB) Universitas Hasanudin (Unhas), beberapa waktu lalu. Saat itu, skripsi
mahasiswa FIB serta ratusan buku perpustakaan ditimbang lalu ditukar dengan
uang "receh" di halaman Aula Mattulada FIB.
Dosen senior FIB Unhas Alwy Rachman berang mendengar laporan mahasiswa
adanya penjualan skripsi dan buku perpustakaan itu. Alwy pun mengumpulkan
beberapa dosen dan aktivis mahasiswa membahas masalah itu di Gedung Lembaga
Penerbitan (Lephas) Unhas, Rabu (3/2).
"Ini sebuah ironi besar dunia akademik. Skripsi dan buku perpustakaan
dijual per kilo. Di mana lagi harga diri lembaga akademik jika karya
ilmiahnya hanya dinilai seperti barang rongsokan. Ini tidak bisa dibiarkan
dan harus diproses," tegas Alwy.
Alwy bersama dosen FIB, Dr Andi Muhammad Ahmar MHum, bertekad
memperkarakan masalah itu ke jalur hukum.
"Kami sudah menemui beberapa pegawai yang kami duga terlibat. Dari
mereka kami dapat informasi bahwa skripsi dan buku perpustakaan itu dijual
berdasarkan keputusan rapat di fakultas. Maka, kami menyimpulkan dekan yang
harus bertanggung jawab. Makanya, dekan yang akan kami gugat," jelas Ahmar.
Skripsi adalah karya ilmiah yang harus dipertanggungjawabk an seorang
mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S1). Bagi mahasiswa
tertentu, skripsi ini adalah momok yang kadang menjadi batu sandungan mereka
meraih sarjana.
Di FIB yang dulu bernama fakultas sastra, beberapa mahasiswa gagal
menjadi sarjana hanya gara-gara terkendala skripsi, seperti mantan mahasiswa
Jurusan Sastra Arab, Abd Rahman Abu.
` Rahman akhirnya meninggalkan kampus Unhas tanpa gelar sarjana gara-gara
skripsinya yang tak urung di-ACC oleh pimpinan jurusan dan sejumlah
dosen.(jum/bie)


Artikel ini memiliki: 5 KomentarMenarik +1

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »