Menggerakan Pembangunan yang berbasiskan Maritim • penulis: Mr Blues, 05 Februari 2010 19:33:28 • 28 KomentarMenarik +2

 

 

 

 

Mungkin hampir sebagian dari kita pernah mengetahui akan halnya sebuah lagu dengan bait yang indah dan populer yaitu " Nenek Moyangku Seorang Pelaut " yang pada saat kecil dulu saya suka disuruh untuk menyanyikannya. Tapi entah kenapa ketika saya mendengar kembali lagu tersebut mendapati kesan yang berbeda jauh dari tujuan lagu tersebut diciptakan.

Karena seakan akan lagu tersebut menjadi mengolok-olok kepada bangsa ini, bahwasanya bangsa ini telah kehilangan semangat kebahariannya. Sehingga pola pikir bangsa ini telah berubah dari bangsa saudagar yang mampu mengarungi lautan menjadi bangsa petani yang kemudian bermetamorfosa menjadi bangsa buruh yang semuanya selalu berorientasi pada kontinental atau daratan.

Dan mudah-mudahan saja jauhlah dari kecemasan saya akan kedepan nanti bangsa ini akan menjadi bangsa budak dinegeri sendiri. Karena akibat ketidaksiapannya dalam menghadapi tantangan global itu sendiri.

Keindonesiaan kita yang "Bhineka" belum dibarengi dengan paradigma yang sesuai, pola pikir yang selalu dikembangkan selama pembangunan lebih berwatak kontinental. Sementara kenyataan keindonesiaan ini sebenarnya bercirikan maritim.

Jadi sungguh sangat jelas akan realitas bahwa indonesia memiliki beragam suku, budaya, serta daerah, dimana tiap masing-masingnya memiliki karakter sendiri dan segala potensi dan dinamikanya. Maka seyogyanya perspektif dalam melihat pembangunan tidak terfokus pada pendekatan kontinental saja, tapi perlu mendapat pemahaman dua pola pendekatan kontinental serta maritim. yang mana harus didudukan juga secara proporsional didalam melahirkan paradigma baru dalam pembangunan diindonesia.

Lalu menjadi suatu pertanyaan dibenak kita tentu, bahwasanya apa yang menarik dari kupasan tersebut untuk diketahui, terlebih buat kemajuan bangsa ini didalam menggerakan pembangunan yang berbasiskan maritim ini?

Kita tahu ada banyak potensi dari sumber daya kelautan yang dimiliki bangsa ini. Yang secara keseluruhan sumber daya itu dapat dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Sumber daya yang dapat pulih; yang terdiri dari sumber daya perikanan, ekosistem hutan mangrove, terumbu karang, rumput laut, serta organisme lainnya. yang jika pemanfaatan sumber daya yang melimpah ruah itu dapat dioptimalisasikan, tentu dapat bermanfaat bagi kepentingan pembangunan.
  2. Sumber daya tidak pulih: meliputi sumber daya mineral, minyak dan gas bumi yang banyak terdapat pada pesisir dan laut dikawasan timur indonesia. dan juga sumber daya energi laut, mengingat pentingnya hal ini dalam upaya pemenuhan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.
  3. jasa linkungan pesisir (jasa maritim); dimana banyak kawasan kepulauan kita memiliki potensi laut yang dapat dimanfaatkan untuk jasa-jasa lingkungan, seperti pariwisata bahari dan perhubungan laut.

Maka oleh karena itu jika saja pemanfaatan sumber daya kelautan, terlebih khusus pada kawasan indonesia timur dapat dikelola secara optimal dan benar serta berkelanjutan, maka hal tersebut dapat memberikan manfaat berarti buat bangsa ini. sebagai untuk pemasukan negara, pendapatan asli daerah, peningkatan ekonomi masyarakat dan sudah barang tentu dapat mengembangkan lapangan pekerjaan.

Sebagai tambahan data, perlu diketahui juga bahwa kontribusi dari sektor kelautan pada Produk Domestik Bruto (PDB) pada Tahun 1995 adalah sebesar 12 persen lebih. dimana penyumbang terbesar berturut-turut adalah dari sektor pertambangan, perikanan laut serta payau, jasa kelautan, pengilangan minyak bumi, Liquid Natural Gas (LNG) dan pariwisata bahari.

Dan pada akhir tulisan ini dari paparan diatas tentu sangat disadari bahwa masih banyak terdapat kendala, tantangan, dan berbagai permasalahan didalam mewujudkan pembangunan tersebut agar dapat terealisir sesuai dengan harapan bersama. maka dari itu diperlukan strategi yang berdasarkan orientasi bagaimana memanfaatkan potensi atau peluang secara optimal, efisien dan berkesinambungan dan secara stimultan dalam pengembangan sumber daya kelautan ini. dan juga bagaimana mengatasi segenap permasalahan dan kendala yang menghambat realisasi pembangunan tersebut.

(Lihat foto: Menggerakan Pembangunan yang berbasiskan Maritim)


Artikel ini memiliki: 28 KomentarMenarik +2

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »