Selasa, 2 Februari 2010, SBY mengadakan rapat kerja dengan para gubernur se Indonesia dan para menteri di Istana Cipanas. Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan 6 masalah penting, yaitu:
1.Masalah tata ruang seperti pertanahan dan sinkronisasi pusat dan daerah.
2.Masalah pangan baik dari hulu maupun hilir, termasuk suplai stabilitas harganya.
3.Masalah energy yang tekanannya pada listrik agar tahun ini byar pet listrik tidak terjadi.
4.Infrastruktur seperti jalan, jembatan dan sebagainya.
5.Kelima, program pro rakyat seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, dan koperasi.
6.Reformasi birokrasi, penegakan hukum, demokrasi, keamanan dan sebagainya.
Dilihat dari materi agenda yang dibahas dalam rapat kerja tsb, terlihat jelas sekali kalau ke 6 agenda tsb merupakan masalah yang sangat penting dan sangat jelas sekali nuansa pro rakyatnya.
Seharusnya ke 6 agenda penting itu pun dapat menjadi berita utama yang sangat perlu dicermati oleh seluruh rakyat. Akan tetapi tampaknya ke 6 agenda penting itu terkesan menjadi berita yang kurang penting dan berlalu begitu saja. Apa sebabnya ? Penyebabnya adalah SBY dalam rapat kerja itu berbicara masalah kerbau.
Di saat semua orang sudah melupakan demo yang dilakukan pada 28 Januari 2010, ternyata SBY masih sangat mengingatnya termasuk peserta demo yang membawa seekor kerbau.
Menurut SBY seekor kerbau yang diajak ikut demo pada 28 Januari 2010 itu mengusik ketenangan. SBY mengimbau agar unjuk rasa dilakukan dengan menjunjung tinggi pranata dan kepantasan.
Hal yang lebih mengherankan adalah SBY sepertinya hafal benar dengan pernyataan para pendemo tsb, sehingga saya yang mendengar pernyataan SBY di layar TV tidak bisa menahan ketawa, apalagi saya saksikan SBY juga sedikit tersenyum ketika menirukan ucapan para pendemo tsb.
Inilah yang dikatakan SBY tentang demo yang sudah berlalu dan dilupakan orang tsb: "Di sana ada yang teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas," begitulah kata SBY.
Kalau kita cermati berita-berita yang tersiar setelah rapat kerja tsb, isi beritanya justru lebih focus ke masalah kerbau dibandingkan dengan 6 agenda penting yang bersifat pro rakyat, dan bisa mendatangkan simpati rakyat, serta meningkatkan citra SBY.
Agaknya para anggota Wantimpres perlu mengingatkan presiden agar lain kali satu masalah yang sifatnya remeh temeh tidak usah dibicarakan di dalam rapat kerja yang membahas agenda penting yang terkait dengan kesejahteraan seluruh rakyat.
Bukankah sangat disayangkan kalau media massa dan masyarakat kurang memperhatikan agenda pemerintah yang sangat penting untuk kesejahteraan rakyat hanya karena lebih memperhatikan masalah kerbau pada peristiwa demo yang sudah dilupakan orang ?
Terlepas dari itu semua, para pendemo yang biasanya merasa sebagai pihak yang benar tampaknya memang perlu dihimbau agar lebih menjaga etika dalam demo-demo episode berikutnya.
(Lihat foto: Pak SBY ! Masalah Kerbau Mengaburkan Pentingnya Agenda Rapat Kerja Di Istana )
Artikel ini memiliki: 9 Komentar • Menarik +1