"Gaji saya nggak masalah mau naik mau turun. Tapi kalau kita lihat komparatif dengan beban tugas atau dengan direktur perusahaan swasta itu jauh," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, di Gedung Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (29/1/2010).
inilah kutipan dari (http://www.detiknews.com/read/2010/01/29/164918/1289188/10/mendagri-gaji-pejabat-masih-jauh-bila-dibandingkan-direktur-swasta)
Saya semakin bingung bila ternyata menteri masih mau dibandingkan dengan para pegawai swasta. Padahal sudah jelas dalam KTP (jika punya ya) pekerjaan mereka adalah pegawai negeri dimana pekerjaannya adalah melayani kebutuhan negara (ngawur iki). Belum pernah ada ceritanya pegawai negeri ingin menjadi pegawai swasta, dimana banyak teman2 tau bahwa pegawai swasta atau pengusaha swasta memiliki otak Kapitalis (walau gak semua).
Dari pemikiran sederhana ini saya semakin yakin mereka menjadi menteri atau pegawai negeri bukan karena rasa bangga akan bisa melayani dan memberikan jasa seperti para pendahulu kita, melainkan untuk sebuah kepuasan dan pelampiasan untuk mempermudah mendapatkan sesuatu. Sungguh BODOH dan TOLOL, kalau mereka mau mendapat untung menjadi budak negara (seharusnya).
Mari kita liat opera menteri yang semakin lama semakin ngawur dan tidak tau mau kemana endingnya. Oh iya kalau ada opera berarti ada dalang-nya, nah itu yang saya tidak tau dan tidak mau tahu aslinya. Semoga esok menteri dan para pemimpin bangsa ini tau darimana dan untuk apa mereka ada disana.
Ingat ya pak menteri kalian juga bakal MATI, jadi puas-puasin aja mulu.....
*Maaf agak kasar...
:(
(Lihat foto: Dimana otakmu wahai budak Negara)
Artikel ini memiliki: 20 Komentar • Menarik +6