Berawal dari sebuah kesempatan untuk memimpin hingga kesempatan untuk memanjakan diri, itulah yang saya lihat dari pemerintahan Indonesia saat ini. Berawal dari pemanfaatan hingga sebuah kekuasaan hingga teknologi. Memang bangsa ini telah mengalami banyak sekali perubahan, sampai-sampai lupa daratan.
Jika sempat mari kita mengulang sebuah cerita lama yang selalu menjadi kebanggaan bangsa ini dan dongeng sebelum tidur kita, dimana kalaitu bangsa kita mampu menguasai beberapa daratan di wilayah Asia Tengara. Sebenarnya dimanakah perbedaan antara massa kearajaan dan saat ini, padahal kita telah lebih maju dan memiliki ilmu pengetahuan yang lebih dibandingkan saat itu dan juga kita telah menjadi satu kesatuan (mungkin bentuk pemerintahannya ya). Saya jadi membayangkan apa yang akan dikatakan oleh Patih Gadjah Mada jika melihat apa yang telah ia perjuangkan menjadi seperti ini.
Memang seharusnya kita tidak bisa menyamakan antara massa saat itu dan saat ini, namun apa salahnya bila kita belajar dari pengalaman. Kerajaan kecil mampu menjadi besar tapi hancur pada saat telah berkuasa, kerajaan besar menjadi terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, itu semua berawal bukan dari masalah external melainkan masalah internal dan itulah yang sedang terjadi di bangsa ini.
Kita selalu mengikuti trend milik negara lain dan menyatakan bahwa itu sebuah kebutuhan bahkan keharusan, padahal itu hanya masalah gengsi. Mungkin pemimpin kita memiliki gengsi yang lebih tinggi dibandingkan tukang cukur (Artikel milik mbah dharmo) dan melupakan berkat siapa mereka ada disana. Mungkin mereka harus mendapatkan pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan) kembali, tapi mereka pasti saat ujian dapat nilai 100. Jadi kira-kira mereka harus mendapatkan pelajaran apa ya? Sejarah, Biologi, Kimia, atau Matematika ya?
Semoga mereka masih mau belajar bukan belanja……
:D
Artikel ini memiliki: 1 Komentar • Menarik +0