Cara menghormati budaya adiluhung memang bisa ditampilkan dengan berbagai ragam. Yang penting menarik dan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat.
Berwisata ke candi Borobudur saat ini tidak boleh sembarangan. Terutama dalam hal tata cara berpakaian. Pengujung yang datang ke Borobudur disarankan tidak menggunakan celana pendek.
Sebagai penggantinya maka pengelola taman wisata candi Borobudur menyediakan sarung sebagai pengganti celana. Sarung ini bisa dibeli juga bisa disewa.
Menurut Purnomo Siswoprasetyo Tj, Direktur Utama PT Taman Wisata Borobudur, ada banyak keluhan dari stakeholder berkaitan dengan adanya pengunjung yang menggunakan celana pendek dan tidak sopan naik ke bangunan candi.
Saat ini baru disiapkan sarung yang mudah digunakan pengunjung. Saat ini ada sekitar 2.000 lembar kain sarung yang akan disediakan tahap awal. Selain sarung, menggunakan sandal dari bahan pandan juga sedang disimulasikan. Hal ini berkaitan dengan tingkat keausan bebatuan candi serta tingkat pengunjung yang banyak terutama saat liburan.
Jika tradisi bersarung batik di Borobudur ini terus berkembang, hal tersebut tentu akan memantapkan penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap nenek moyang bangsa yang telah membangun Borobudur sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Borobudur.***
(Lihat foto: Ke Borobudur Jangan Bercelana Pendek, Bersarunglah!)
Artikel ini memiliki: 21 Komentar • Menarik +6