Gairah Perempuan • penulis: Daeng Lalo, 27 Januari 2010 08:10:08 • 14 KomentarMenarik +2

Mengangkat topik "gairah perempuan" biasanya benak pembaca menjurus pada hal-hal berkaitan dengan biologis. Namun kali saya akan menulis tentang "gairah perempuan" dalam dunia kepenulisan.

Ceritanya, pada Kamis, 21 Januari 2010 lalu, CEPSIS (Center for Policy Analysis) sebuah lembaga kajian kebijakan di Makassar menghelat acara Seri Workshop Writing Skill di Gedung Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI). Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan iklim menulis kritis dan berpikir kritis di kalangan masyarakat. Topik ini terkait dengan misi CEPSIS sebagai lembaga kajian kebijakan  yang berupaya menghadirkan kajian-kajian kritis atas kebijakan publik baik di pusat maupun di daerah.

Dari sekitar 30 orang peserta, hanya 5 orang yang berjenis kelamin laki-laki, selebihnya didominasi perempuan. Hal ini menandakan besarnya animo kaum perempuan yang ingin menjadi penulis. Workshop ini memang didesaign menjadi wahana pelatihan menjadi penulis opini untuk kolom-kolom surat kabar yang lebih menonjolkan kajian kritis secara ilmiah populer.

Animo perempuan peserta workhsop itu tidak hanya sebagai pelengkap namun sangat aktif dalam setiap sesi. Workshop sehari ini dihadiri tiga pemateri masing-masing: Uslimin (Redaktur Pelaksana Harian Fajar), Fatmah Afrianty Gobel (Penulis Opini/Ketua Prodi Kesmas FKM UMI) dan saya sendiri. Melihat antusiasme para perempuan itu, terlecut gairah saya untuk memberikan kemampuan terbaik saya sebagai penulis opini di berbagai harian di kota Makassar dan sesekali di harian nasional seperti Koran Tempo, Investor Daily, Suara Karya, dan Harian Pelita.

Pada akhir sesi saya, tak lupa saya rekomendasikan Politikana.com sebagai wahana persemaian ide dan pergaulan virtual bagi para peserta yang didominasi perempuan. Semoga ke depan akan banyak lahir para penulis perempuan, yang tidak hanya kritis terhadap kebijakan publik tetapi juga kritis pada kebijakan yang menyangkut diri sendirinya (kebijakan publik yang berhubungan dengan perempuan).


Artikel ini memiliki: 14 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »