Sebuah negara, seberapa pun ia megah dan menyilaukan, adalah semacam lambung kapal yang terlihat besar tetapi tersusun oleh besi yang berupa lempeng-lempeng. Segala sistem, entah konstitusi entah aparat, berawal dari orang per orang. Mereka masing-masing merelakan sebagian kepentingan diri karena percaya pada suatu maslahat yang mungkin tak terwujud hari ini.
Negara harus selalu ingat akan hal itu. Ada kalanya memang seolah-olah sebuah perkara seperti ekonomi, atau politik, atau kerumitan hukum dan tata negara, perlu memperoleh perhatian lebih. Tetapi apa yang “cara” tak semestinya melunturkan yang “tujuan”. Dan yang “tujuan” itu adalah apa yang disebut sebagai “rakyat”.
Jika negara pada akhirnya melalaikan hal ini, maka sebuah organisasi “rakyat” sebesar NU semestinya tidak. Ia adalah organisasi yang merangkul jutaan orang dari perkotaan sampai pelosok pesisir dan pegunungan, seolah ingin menjadi antitesis bagi kaum elit yang sok berkuasa.
Saya bukan anggota NU, dan di sini saya tak hendak memuji-muji. Justru saya menuntut pertanggungjawaban, sebab kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yang besar. Saya ingin menyampaikan ini pada NU: kau adalah organisasi raksasa dengan jutaan anggota, maka coba kau bayangkan, jika kau berhasil mensejahterakan anggotamu, betapa berarti bagi perubahan yang terjadi di negara ini.
Sebab negara, sekalipun tak lalai, ia punya keterbatasan. Geografi negara ini membentang bukan kepalang luasnya, dan ratusan juta penduduk yang bukan main banyaknya. Kita memang harus mengingatkan negara agar menjangkau semua. Tetapi kita toh tak bisa menutup mata bahwa tak semua apa-apa bisa ditanggungkan oleh negara.
Dalam muktamar esok, kita amat berharap organisasi yang besar ini agar kembali mengingat hal demikian. Politik memang menggoda, apalagi lagi jika memiliki mesin handal yang bisa bekerja sewaktu-waktu. Tetapi pada saat yang sama ia terlalu menyilaukan, sehingga apa yang biasa-biasa, apa yang ada di bawah, menjadi buram.
Saya bukan anggota NU, tapi demi mengingat betapa besar hal yang bisa dilakukan oleh sebuah organisasi besar, saya merasa berkepentingan untuk berharap: pada muktamar esok, NU, kembalilah pada rakyat.
Artikel ini memiliki: 22 Komentar • Penting +4