JK Dan Slogannya Memang Cocok untuk Jadi BOS PMI • penulis: Mas Abdi, 16 Januari 2010 20:00:08 • 5 KomentarBagus +2

Masyarakat tentu masih ingat di saat debat capres terakhir menjelang pilpres 2009 yang lalu di mana saat itu pembawa acara bertanya kepada masing-masing capres tentang apa yang akan dilakukan mereka jika tidak terplih sebagai presiden. Saat itu JK mengatakan bahwa jika ia tidak terpilih sebagai presiden ia akan pulang kampung dan aktif untuk mengurus mesjid.

Banyak orang saat itu menyayangkan pernyataan JK, karena mereka berpendapat bahwa seorang pemimpin seperti JK, masih dibutuhkan oleh masyarakat luas. Paling tidak dia masih bisa menjadi pemimpin informal di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Setelah pilpres usai, agak lama juga pemberitaan tentang JK tidak muncul, walaupun di blog Kompasiana dia pernah menulis postingan tentang dunia wira usaha yang mendapat sambutan positif dari para pembaca.

Syukurlah baru-baru ini ada berita tentang JK yang cukup menggembirakan. Berita tsb menyatakan bahwa JK diangkat menjadi ketua PMI yang baru. Sehubungan dengan hal ini JK mengatakan bahwa ia ingin memenuhi janjinya setelah selesai menjalankan tugas sebagai Wapres RI, akan aktif di bidang pendidikan, keagamaan dan kemanusiaan. Dari tiga cita-citanya, sudah dua yang terpenuhi, yaitu menjadi Ketua Umum PMI dan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina.

Mungkin perlu juga diketahui siapa saja orang-orang yang saat ini duduk dalam pengurusan PMI. Berikut ini informasi singkat tentang kepengurusan PMI pusat (Kompas.com:12/1/10):

KETUA UMUM: M Jusuf Kalla (mantan Wapres)

WAKIL KETUA UMUM: Bachtiar Chamsyah (mantan Mensos)

SEKRETARIS JENDRAL: Budi Atmadi Adiputro (mantan Sekretaris Bakornas Penanggulangan Bencana)

BENDAHARA: Suryani Sidik Motik (anggota Iwapi)

ANGGOTA: Farid Husain (dirjen Depkes), Muhammad Muas (aktifis penanggulangan bencana, mantan anggota Bakornas), Biantoro Wanandi (pengusaha, adik kandung Sofyan Wanandi), Rachmat Gobel (pengusaha), Rapiuddin Hamarung (mantan dirjen dan anggota DPR), Bernhard S Jonosisworo (mantan pilot di Australia), Lily Kasoem (pengusaha, pemilik Optik Kasoem), Ritola Tasmaya (mantan Sekda Provinsi DKI) dan Linda Lukitasari Waseso (seorang dokter).

Tampaknya menjadi ketua PMI ini, bukan hanya sesuai dengan cita-cita JK, tapi juga sangat sesuai dengan slogan JK saat mencalonkan diri sebagai capres, yaitu “Lebih cepat lebih baik.” PMI yang bergerak dalam berbagai masalah kemanusiaan tentu tidak akan bisa bekerja efektif dengan gerak yang lambat.

Mungkin selain menerapkan prinsip kerja “lebih cepat lebih baik, PMI juga juga menerapkan prinsip kerja jemput bola dalam bidang donor darah. Menurut pengamatan saya, sebenarnya cukup banyak masyarakat yang berminat untuk menjadi pendonor darah tapi terbentur masalah waktu. JIka PMI mau lebih giat untuk berkomunikasi dan mendatangi berbagai instansi yang orang-orangnya berniat untuk menjadi pendonor darah, sangat mungkin kegiatan donor darah akan berjalan lebih efektif.

(Lihat foto: JK Dan Slogannya Memang Cocok untuk Jadi BOS PMI)


Artikel ini memiliki: 5 KomentarBagus +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »