Ternyata menghimpun koin yang dilakukan oleh Koin Peduli Prita, koinkeadilan.com dan yang lain itu membantu Bank Indonesia. Kok begitu?
Begini, menurut para punggawa Bank Sentral, uang logam ini adalah mata uang paling unik. Dia satu-satunya alat bayar yang perputarannya kecil sekali balik ke BI. Lain dengan uang kertas, setiap hari balik ke BI.
Dari sekitar Rp 3,7 trilyun uang koin yang beredar perputaran balik ke BI bisa dibilang tidak ada. Penggantian uang logam yang rusak juga sangat kecil. Peredaran uang logam ini ternyata banyak yang madeg di celengan anak-anak di rumah, bahkan diperkirakan tidak sedikit orang yang melebur uang logam jenis tertentu, maklum harga intrinsik uang logam itu lebih tinggi nilai mata uangnya.
BI bahkan pernah melakukan studi banding ke Filipina tentang perputaran uang koin ini. Di Filipina pernah dilakukan program agar uang koin itu berputar. Caranya Bank Sentral di sana memberikan insentif kepada masyarakat agar perputaran uang logam kembali ke Bank Sentral bisa normal terjadi. Tapi program ini urung diadopsi, karena: ternyata program tak berjalan sebagaimana mestinya, insentif jatuhnya lebih banyak ke oknum-oknum bank operasional. Nah BI khawatir mental pelaksana unit perbankan di sini tak jauh beda dengan di Filipina.
Koin yang terkumpul dari gerakan masyarakat selama sepekan yang akhirnya di poll di koinkeadilan.com, yang dihitung relawan selama 4 hari, jumlahnya sekitar Rp 650 juta. Sejak pekan lalu koin itu sudah mulai di hitung ulang di BI. Semula relawan koinkeadilan.com mengira 396 plastik dan 65 karung koin itu akan merepotkan BI dan Bank Mandiri yang mesti menghitung ulang jumlah koin tersebut. Ternyata BI malah berterimakasih dengan program ini. “Secara signifikan kami bisa menarik uang-uang logam yang sudah tidak layak edar, untuk menggantinya dengan yang baru. Ini tidak pernah terjadi selama ini,” kata petinggi BI.
BI tak cuma berterimakasih dengan program pengumpulan koin ini, tapi dia juga menantang agar program sejenis ini dilakukan berkala, BI sanggup membantu urusan teknis penghitungannya. Nah siapa sanggup menjawab tantang BI?
Artikel ini memiliki: 82 Komentar • Menarik +10