Itulah kira-kira ungkapan yang dapat diimajinasikan bakal disampaikan Sri Mulyani kepda Aburizal Bakrie. Tuntutan politik yang menguat deras untuk nonaktif (baca:mundur) kepada Sri Mulyani akibat kasus Century semakin menguatkan tekad Departemen Keuangan menjerat PENGGELAPAN PAJAK Kelompok Bakrie senilai mencapai Rp2,1 triliun.
Wow, sangat fantastis nilai 2,1 Trilyun kalau benar-benar dapat dibuktikan oleh Direktorat Jenderal Pajak Depkeu. Dan kalau indikasi penggelapan pajak ini dapat dibuktikan, maka penggelapan pajak ini merupakan yang REKOR TERBESAR dalam SEJARAH INDONESIA. Lihat saja, kasus Asian Agri saja nilai penggelapan pajak yang mencuat hanya Rp 1 Trilyunan...
3 perusahaan milik Aburizal Bakrie, yakni Bumi Resources, Kaltim Prima Coal, dan Arutmin diduga menggelapkan pajak. Petugas pajak menengarai akuntan Bumi merekayasa pembayaran pajak 2007 sebesar Rp376 miliar, akuntan Kaltim Prima diduga merekayasa pajak Rp1,5 triliun, dan di PT Arutmin diduga nilai rekayasanya mencapai US$39 juta.
Bagaimana perusahaan-perusahaan Bakrie bisa melakukan ini. Teknik yang digunakan untuk melakukan penggelapan pajak ini dilakukan dengan teknik Transfer Pricing, yakni upaya rekayasa alokasi keuntungan antarbeberapa perusahaan dalam satu grup perusahaan multinasional. Secara keseluruhan yang terpenting dari akhir kegiatan adalah laba setelah pajak dari grup. Transfer pricing menyebabkan ketidakadilan dalam perpajakan karena perbedaan struktur perusahaan. Perusahaan yang dipecah-pecah menjadi suatu grup dapat merekayasa laba sehingga meminimalkan pajak. Ini teknik rekayasa keuangan yang lazim dipakai perusahaan besar yang punya lini produksi dari hulu hingga hilir.
Indikasi sedehananya terlihat ketiga perusahaan Bakrie itu dalam laporan pajaknya awal 2009 hanya membayar pajak tak lebih dari 2 Trilyun saja.
Diungkapnya kasus ini kembali akan menambah daftar hitam perilaku bisnis Grup Bakrie. Setelah kasus Lapindo Brantas yang menghebohkan, kasus ini bakal membuat kita mengernyitkan dahi untuk melihat betapa persoalan sengkarut politik Century tak sekadar jalinan rapi yang dapat diurai secara mudah.
Dua Pesilat dari dua perguruan yang berbeda sedang beradu kanuragan. Aburizal, seorang Politikus melawan Sri Mulyani, seorang Birokrat. Jurus maut, teknik kuncian sedang diperagakan.
Siapa bakal menyerah duluan? atau siapa bakal terlibas? Happy ending, Sad Ending atau Never Ending Stories.....
Kita tunggu episode selanjutnya!
Sumber: Majalah TEMPO, Media Indonesia, Depkeu, Hasil Perenungan Paman Gober
(Lihat foto: Kejarlah Daku, Kau kan Kutangkap Bakrie....)
Artikel ini memiliki: 37 Komentar • Menarik +6