Saya tulis ini sambil nonton TV-ONE , Saya lihat Bung Yusro yang anggun berwibawa tersebut sedang di wawancarai perihal pengumpulan KOIN PRITA.
Tiba-tiba TV One menghadirkan seorang pengusaha dari Medan yang ternyata tujuannya adalah untuk menyampaikan niatnya untuk menggantikan nilai koin-koin tersebut dengan uang senilai, dan lalu menurutnya koin2 tsb akan di abadikan menjadi sebuah Monumen Keadilan yang akan di bangun di Kota Medan.
Secara pribadi saya sepakat dengan gagasan pengusaha tersebut , sebuah monumen keadilan sebagai bentuk simbol keadilan dan hati nurani bangsa indonesia , yang di bangun langsung oleh tangan-tangan putera-puteri bangsa indonesia yang merindukan keadilan di negeri ini.
Meski Bung Yusro belum bisa memberikan jawaban boleh-tidaknya menyerahkan koin prita ke pengusaha itu, tapi semoga gagasan monumen keadilan itu bisa terealisasi segera. Biar sekalian membuka mata para cendikiawan yang menentang kegiatan koin prita dengan dalil wedus putih di cat hitam, bahwa itu adalah bentuk revolusi hati nurani rakyat , bukan masalah membantu prita saja.
"Power without justice is tyranny, but justice without power is insufficient. As to leadership, it stands to be lines of guidance, direction, encouraging and leading the mutual efforts of human beings to aim massive goals"
(Lihat foto: Monumen Keadilan Bangsa Indonesia)
Artikel ini memiliki: 17 Komentar • Bagus +2