Ribut-ribut antara Luna Maya dengan wartawan infotainment, agaknya mengusik juga perhatian anak saya. Tiba-tiba saja ia "nyeletuk","Pak, aku kok jadi kepingin jadi wartawan infotainment saja, ya!"
Saya terkejut, sebab sebelum ini ia kukuh bercita-cita menjadi guru. Maka dengan tergopoh-gopoh, aku mencoba menanyakan alasannya. Dan ia menjawab dengan jawaban yang cukup mengagetkan saya. Katanya," Kayaknya, mereka kuat sekali, Pak !lihat saja, begitu ribut, mereka terus main boikot dan mengadukan lawannya ke polisi. Belum berita yang ditayangkan, semua kayaknya memihak mereka !" Padahal anak itu masih kelas empat SD.
Saya mencoba memahami alasannya itu. "Baiklah, kalau itu memang keinginanmu, Bapak tidak akan melarang. Tapi, coba baca ini dulu" kataku datar. Lalu kubukakan artikel-artikel ini :
http://politikana.com/baca/2009/12/18/infotainment-sucks-tm.html
http://politikana.com/baca/2009/12/18/infotainmnent-tayangan-buruk-no-1.html
http://ngerumpi.com/baca/2009/12/18/infotaiment-haruskah-menjadi-bagian-dari-pwi.html
Seperti biasanya, ia dengan rakus melahap bacaan yang kusorongkan. Setelah beberapa lama, ia beranjak dari depan komputer. Ia bangkit sambil membuang nafasnya.
"Pak, aku nggak jadi ,dah, wartawan infotainmentnya" katanya dengan nada kecewa.
"Lho, kenapa ?" tanyaku.
"Aku ingin jadi orang yang lebih berguna saja !" katanya sambil lari mengejar adiknya yang telah berlari mengejar tukang "kue putu". Aku lega.
Artikel ini memiliki: 20 Komentar • Menarik +2