Senja di pojokan Istana ... • penulis: laler istana, 16 Desember 2009 18:45:44 • 16 KomentarMenarik +2

Dia berdiri menghadap jendela ruang kerjanya yang terletak di lantai dua Gedung Sekretariat Negara itu. Pandangan lurus jauh ke depan, ke atap-atap genteng istana. Pohon Sambesi itu menyembul hijau kontras di antara susunan genteng nan rapih dengan warna coklat tua. Dirapihkannya susunan rambutnya berwarna perak itu dengan jari jari tangannya. "Persoalan ini harus segera diselesaikan," bisiknya dalam hati karena pemilihan presiden tidak lama lagi.  Ingatannya berkelebat ke empat tahun silam, ketika bersama Anwar dan Aulia mendorong merger bank kecil itu untuk dapat menjadi pusat pencucian uang dana-dana politik yang mengalir dengan deras.  Memang bukan pekerjaan yang mudah, segalanya harus dilakukan dengan hati hati karena alarm PPATK akan berbunyi ketika dana 500 juta bergerak dari satu rekening ke rekening lainnya. Sudah ditanamnya ribuan proxy rekening di sana, menunggu waktunya tiba.

 

(bersambung)


Artikel ini memiliki: 16 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »