Se(k)olah Tidak Ada yang Gratis • penulis: Kang Warsa, 14 Desember 2009 08:32:48 • 11 KomentarBiasa +2

Undang-undang sisdiknas sampai saat ini masih dan baru menyentuh ranah ideal. Realisasinya, UU ini masih diyakini sebagai tamengg legitimasi pengelakan dari pihak sekolah ketika dituduh bahwa sekolah masih seperti lahan prostitusi.

Beberapa orangtua siswa sering terdengar mengeluh - bukan tentang apa-apa- kecuali mengeluhkan banyaknya tagihan dari pihak sekolah, seperti, banyak sekolah yang mengada-ada dalam hal kegiatan widya-wisata. Biaya untuk kegiatan tersebut bisa dikenakan 2 kali lipat dari yang seharusnya dibayar ke travel. Pantaskah para pengajar yang katanya berhati bak malaikat suci itu menjadikan anak didik mereka sebagai lahan bisnis?

Bolehlah para praktisi pendidikan, kalian berkilah, tapi pada kenyataannya, dunia pendidikan kita saat ini sedang sakit. Hanya sebagian kecil saja sekolah dan para praktisi pendidikan yang hatinya bening...

 


Artikel ini memiliki: 11 KomentarBiasa +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »