Sewaktu heboh pengumpulan koin buat Prita kemarin, ada seorang warga P yang nyaris di-PHK gara-gara membawa-bawa nama perusahaan sewaktu setor koin. Beliau kudu minta maaf ke seluruh bagian untuk menjelaskan bahwa koin itu atas nama individu, bukan perusahaan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan takut ada unsur politis di balik aksi koin tersebut. Hari ini juga ada headline yang isinya mengingatkan seorang tokoh agar tidak mendramatisir kasus BC untuk mengganti pemerintahan baru. Tokoh tersebut ditengarai sedang berusaha mencalonkan diri untuk periode mendatang dari kubu independen.
Penulis jadi teringat istilah Kuda Troya atau dalam ekonomi disebut free rider untuk menggambarkan dua hal tersebut di atas. Dalam suatu peristiwa yang menghebohkan, selalu ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagai motif di dalamnya. Motivasinya bermacam-macam, ada yang ingin jadi presiden, ada yang ingin masuk TV, ada yang ingin dikenal, ada yang ingin masuk lingkaranlah, dan sebagainya. Sementara yang benar-benar ikhlas membantu malah terkadang menjadi terabaikan gara-gara ada yang menyalip di tikungan. Akhirnya timbullah berbagai kecurigaan, mengapa hanya satu pihak saja yang diuntungkan, mengapa pihak lain yang justru lebih dirugikan tidak diungkap dan dihebohkan.
Bangsa kita memang senang pada hal-hal yang menghebohkan, dan momen itulah yang ditunggu-tunggu pihak tertentu untuk mencuri start. Pers memang berusaha tampil netral, tapi tetap saja momen tersebut menggelinding menjadi bola salju tak tertahankan. Secara tidak sengaja (atau disengaja) pers menjadi kompor dari isu yang semula kecil tersebut. Niat awalnya baik, tapi dampaknya memang luar biasa, bahkan hingga menggiring opini publik yang bisa menjadi liar apabila tidak segera dikendalikan.
Kita percaya bahwa pers kita selama ini masih memiliki itikad baik dalam posisinya sebagai media kontrol pemerintah. Hanya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengendalikan suatu isu agar tidak menjadi bola liar dan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu demi kepentingannya sendiri. Kasihanilah masyarakat yang benar-benar tulus dan berniat baik menjadi terserobot oleh kepentingan yang lagi-lagi hanya mengurusi diri sendiri atas nama rakyat.
Kuda Troya akan selalu menjadi virus dalam suatu momen dan tidak akan dapat dihilangkan. Namun demikian kita bisa mengontrolnya agar virus tersebut tidak menyebar kemana-mana dan memengaruhi opini publik untuk kepentingan tertentu. Biarlah publik menentukan pendapatnya sendiri, juga pendapatannya.
(Lihat foto: Kuda Troya dalam Kasus Prita dan BC)
Artikel ini memiliki: 50 Komentar • Bagus +5