Guuru, Dimanakah Antum? • penulis: Al Maari Mejja Kuursi, 06 Desember 2009 19:56:37 • 31 KomentarMenarik +4

Komunitas perindu Khilafah adalah guuru ane yang sangat ane cintai. Tapi karena suatu hal akhirnya dia jadi kaku. Dibekukan oleh admin.

 

Semenjak itu ane jadi bimbang bin linglung. Tidak pernah ane temukan guuru sehebat dia, yang berdalil penuh ilmu dan penuh lucu. Meskipun kurang pengalaman dalam hal foreplay..

 

Memang sih, sebelum dan sesudah guuruku kaku, di P banyak berseliweran ID yang kayaknya adalah klonengan orang yang itu-itu saja. Mulai dari Abu Ghazi, Abu Ghozi, Komunitas Perindu Khilafah, Brawijaya1, Istri teladan, Israel, sakti99, dsb dst. Biarpun dibalik semua ID itu oknumnya sama, ane tetap merindukan sosok KPK, guuruku yang berilmu lagi lucu.

 

Kami dulu sempat merancang sebuah pergerakan heroik, saat Guuru meramalkan bakal ada perang dunia III dimana akan turun bala tentara syaitaan yang terdiri dari pasukan alien dan mutant. Mereka termobilisasi dalam resimen Ya’ruj dan Ma’ruj. Konon pasukan itu akan dibackup juga dari reinforcement dari pasukan Ma’rij, Ma’nyuus, Ma’jroot, ma’pyor, Ma’priit dan Ma’cret.

 

Saat mereka menyerang bumi, kami akan melawan sekuat tenaga. Guuru mengijinkan ane bertempur dengan memakai kostum Spiderman. Sedangkan dia sudah siap dengan kostum Favoritnya, Kura-kura Ninja.

 

Namun apa daya, semua mimpi itu sirna. Guuru ane keburu kaku dan tak pernah muncul lagi. Yang bermunculan justru nama-nama yang sudah ane sebut diatas. Yang kagak bisa ane jadikan guuru baru, karena dalil-dalilnya justru bikin ane bingung.

 

(dalil guuru ane yang dulu pun juga kerap bikin bingung juga. Tapi dia mah masih ada lucu-lucunya. Sedangkan klonengannya yang lain gak sama sekali)

 

Sebagai contoh saja ya, dalil-dalil yang tabrakan dan bikin ane bingung antara lain yang macam gini nih..

 

Mendukung Pancasila dan UUD 45 :

“..Maka dengan itu digunakanlah Pancasila dan pembukaan UUD 45 sebagai Platform yang menguji  setiap perundang-undangan  dan hukum dinegeri ini.”

 

“…kembali kepada basic demokrasi. sesuai ketetapan2 yang ada di UUD 45 . bahwa kita tidak bisa dan tidak boleh membawa ideologi agama kedalam proses demokrasi yang sedang dan telah berjalan.”

 

Menolak Pancasila : “Sekali lagi dasar negara Indonesia bukanlah Pancasila.”

“..Sudah menjadi konsumsi umum bagi rakyat Indonesia bahwasanya Pancasila ditempatkan sebagai dasar negara Indonesia......disinilah letak keluarbiasaan penguasa & rakyat negeri ini, sekian lama menipu atau tertipu , membodohi atau dibodohi oleh pemahaman-pemahaman yang keliru.”

 

Mendukung Pancasila tapi menolak demokrasi :

“..Pancasila hanya mengenal cara Musyawarah dalam menangani permasalahan yang sedang dihadapi, Pancasila tidak mengenal demokrasi, karena demokrasi adalah produk komunis.”

 

“..Kenyataan yang sebenarnya demokrasi sangat bertentangan dengan nilai musyawarah dalam Pancasila.”

 

Mendukung kebebasan berpendapat :

“..Sehingga, Musyawarah akan lebih mengandalkan kepada kemampuan keilmuan seseorang atas persoalan yang akan dipecahkan, dan prosesnya akan mencerdaskan hadirin yang hadir terlibat.”

 

Menolak kebebasan berpendapat :

“.. Sedangkan dalam alam sistem demokrasi, masyarakat kehilangan standar nilai baik-buruk karena siapapun berhak mengklaim baik-buruk terhadap sesuatu.Masyarakat bersikap "apapun boleh".”

 

Membenci demokrasi, namun uring-uringan saat dirinya diperlakukan “tidak demokratis” (membekukan akun=tidak demokratis):

“…Banyak orang saat ini getol mempelajari demokrasi,termasuk kang yusro yang mbaurekso di politikana ini,dia mengajak warga politikana untuk mengikuti agamanya yang bernama demokrasi. Jadi siapapun yang tidak mau belajar demokrasi di tendang dari politikana, alias dibekukan akun nya. Apa sih yang dipelajari mereka dari demokrasi tersebut ??? apa yang mereka fahami dari demokrasi ??? sudahkah mereka faham benar bingkai demokrasi seutuhnya yang kesemuanya bernilai kekafiran, pemerkosaan terhadap Pancasila???”

 

Salah satu komentarnya kepada HoD di artikel “Hitam Putih Pemilik Rumah dan Tamunya” :

“.. wah anda gak faham Pancasila, cuma bisa merasa Pancasilais tanpa tahu ilmunya.“

 

Nah, dari cuplikan-cuplikan diatas, jelas sudah kalo klonengan-klonengan ini kagak bisa dijadikan guruu. Sudah nggak punya pendirian, ideologinya nggak jelas, ..nggak lucu, lagi. Sama sekali nggak ada manfaat. Yaa Moderator, perlukah hama macam ini masih dipajang jadi salah satu sajian di P?

Oh guuruku tercinta, dimanakah ente, kita kan janjian mau perang-perangan ? kostum Spiderman ane nganggur niih..

 

 

 

 

 

 

 


Artikel ini memiliki: 31 KomentarMenarik +4

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »