Stabilitas atau Transparansi ??? • penulis: botaksakti, 01 Desember 2009 19:28:38 • 30 KomentarMenarik +0

Andai disuruh memilih antara stabilitas dan transparansi  agar hidup Anda terasa lebih hidup, mana yang Anda centang ? Mungkin dengan cepat Anda akan mencentang "stabilitas" bila anda seorang pelaku pasar. Namun, jika Anda adalah seorang aktivis yang pro-keadilan, tentu dengan cepat Anda akan memilih "transparansi. Lalu, jika Anda "hanyalah" seorang rakyat biasa, yang menghidupi hidup Anda dengan tanah dan air yang dititipkan oleh yang Kuasa, mungkin Anda akan diam saja.

Bicara tentang "stabilitas" tentu kita belum lupa bahwa kita pernah menikmatinya . Betul, dulu zaman ORBA kita memang merasakan itu, bahkan dalam rentang yang cukup lama. Namun, agaknya "stabilitas" itu waktu tak lebih sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan sang rezim (mnjadi mahfum banyak orang:red).

Meski terlihat semu, namun stabilitas yang diciptakan ORBA mampu membuat nyaman rakyat kecil. Pedagang bisa mencari uang dengan tenang, ibu rumah tangga tak diusik dengan harga yang terus berkejaran.Bahkan, anak sekolah bisa belajar tanpa diusik bayaran yang tinggi.

Seiring bergulirnya reformasi, maka stabilitas kian terusik. Mungkin bukan karena kesengajaan, tetapi lebih karena kita sibuk dengan segala tuntutan , salah satunya tentang transparansi. Transparansi menjadi hulu ledak dari setiap kegiatan. Dan faktanya, dengan hulu ledak ini, maka berbagai kebusukan yang selama ini terpendam berhasil terkuak. Sayangnya, kebusukan yang terungkap ternyata tidak membuat stoknya berkurang karena masih banyak orang kita yang dengan "pongah" memproduksi kebusukan-kebusukan baru. Pertanyaan besarnya adalah, mengapa hal ini terjadi ?

Jadi, kembali kepada artikel di atas, mana yang akan Anda pilih bila disodorkan kedua pilihan itu ?Jangan buru-buru menjawab "pilih kedua-duanya"!Kenapa, karena sejatinya, jatuhnya pilihan kepada  satu dari dua opsi itu tentu berdasarkan kepentingan masing-masing seperti dikemukakan di awal tulisan ini. Oleh sebab itu, jika Anda memilih kedua-duanya itu berarti Anda memilih opsi yang ideal. Lantas, siapa bisa menjamin opsi ideal itu akan terwujud di tengah tarik menarik kepentingan yang begitu kuat seperti nampak belakangan ini ?

 


Artikel ini memiliki: 30 KomentarMenarik +0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »