Menunggu Munculnya Presiden Baru • penulis: umbaran, 16 November 2009 01:10:33 • 68 KomentarMenarik +6

Belum sebulan presiden dilantik. Belum sebulan juga kabinet baru disumpah. Meniru tradisi politik Amerika, banyak pihak menagih program 100 hari pertama. Tapi kini siapa juga yang peduli. Dua persoalan besar membentang di jalan. Maka tak perlu lagi bicara program 100 hari, tak akan ada gunanya sekarang ini.

Kasus Bank Century dan Perseteruan KPK-Polri adalah ujian bagi pemerintahan SBY. Jika SBY cerdas dan tegas, maka penyelesaian kasus itu akan berdampak positif bagi pemerintahannya. Keyakinan dan harapan rakyat pada pemerintahannya akan menguat.

Tidak sulit untuk menyelesaikan kasus Bank Century. Tinggal buka-bukaan saja; apa yang benar-benar  terjadi dan kemana  uangnya lari. Tapi nampaknya ini susah dilakukan. SBY dan partai Demokrat terlihat amat defensive terhadap hal ini. Sepertinya ada yang hendak ditutup-tutupi.

Kasus KPK-Polri sama saja, semuanya sudah terang benderang. Kepolisian dan kejaksaan diatur-atur oleh pengusaha hitam untuk menjerat pimpinan KPK. Tim 8 yang ditunjuk presiden pun, membuat kesimpulan sementara yang senada.  Senin ini akan diserahkan hasil akhir temuan Tim 8, kabarnya tak jauh berbeda dari kesimpulan awal sebelumnya.

Tapi belum juga presiden menerima hasil akhir rekomendasi Tim 8, ketua Komisi III DPR yang notabene dari partai  Demokrat telah menyerang Tim 8 dengan sengitnya.  Ia tidak suka Tim 8 bekerja secara transparan. Sebelumnya komisi ini juga membuat heboh ketika mendukung kepolisian melanjutkan perkara Bibit Candra.

Bagaimana akhir dari drama ini ? Bagaimana sikap presiden nanti ? Jika kita boleh berasumsi  bahwa sikap fraksi Demokrat di DPR adalah kebijakan resmi partai, maka bersiap-siaplah anda untuk kecewa. Karena apa yang akan diputuskan presiden tak akan jauh dari sikap partainya.

Tapi jika presiden mampu membuat keputusan yang bertolak belakang dari sikap partainya, inilah kabar gembira. Kita harus akui dengan sejujurnya SBY sudah berubah. Ia bukan sosok peragu apalagi pecundang. Ia sungguh-sungguh berdiri di barisan paling depan dalam usaha pemberantasan korupsi.

Jika seperti itu, dukungan kepadanya akan menguat. Pun jika keputusannya menimbulkan kegaduhan di DPR, kepolisian dan kejaksaan ia tidak akan sulit mendapat dukungan dari rakyat. Kelak,  mungkin ia akan dikenang sebagai presiden yang tegas menegakkan keadilan.

(Lihat foto: Menunggu Munculnya Presiden Baru)


Artikel ini memiliki: 68 KomentarMenarik +6

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »