Matikan TV Anda • penulis: Marshall Rommel, 12 November 2009 11:01:25 • 20 KomentarMenarik +2

Dalam sebulan terakhir ini, dua stasiun TV ternama terus menerus menyiarkan berita yang itu-itu saja dengan dramatisasi dan menghebohkan masyarakat, sampai-sampai ada yang sempat ditahan gara-gara sering konpers dengan media. Media TV dan media dunia maya lainnya memang tempat yang paling empuk untuk mem-blow-up sebuah berita yang menurut beberapa pihak biasa, tapi menurut pihak lain menjadi luar biasa karena menyangkut orang besar dan upaya besar pemberantasan korupsi.

Namun bagi saya terutama, semakin hari nonton TV malah semakin membingungkan, semakin memusingkan karena semakin banyak narasumber berbicara baik pro maupun kontra. Nonton saluran lain bukannya mendidik juga malah meninabobokkan dan melenakan kita dari realita hidup sehari-hari yang masih kembang kempis seperti ini. Siaran TV menjadi media untuk mempopulerkan seseorang sekaligus juga menjatuhkan orang lain dalam waktu yang bersamaan. Boleh dikata hampir tak ada lagi pencerahan dan pencerdasan, yang ada hanya debat kusir antar pihak yang pro dan kontra, yang masing-masing mengklaim kebenaran dan menganggap yang lain salah. Entahlah apa jadinya negeri ini, kalau setiap orang hanya mampu berbicara, berkomentar, tanpa tindakan nyata. Dengan modal 'abab' setiap orang seperti berlomba untuk masuk TV, apalagi pada momen-momen seperti ini.

Oleh karena itu, saya akan mematikan TV untuk sementara sampai kondisi agak kondusif untuk menontonnya lagi. Mohon maaf bagi para narasumber kalau saya tidak akan melihat wajah Anda di TV karena semakin Anda bersuara, semakin tuli telinga saya.

(Lihat foto: Matikan TV Anda)


Artikel ini memiliki: 20 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »