From Berlin With Love • penulis: umbaran, 12 November 2009 11:26:42 • 5 KomentarMenarik +1

Berlin, dini hari dan gerimis. Kota yang anggun ini masih terlelap. Angin bertiup pelan, sangat dingin. Jangan salah, aku tidak tinggal di Berlin, aku  tinggal di pesisir Barat Sumatera. Tapi angin kota Berlin itu seakan menerpa wajahku pagi hari ini. Brrrrrr.

Sebuah artikel di detiknews menjadi penyebabnya. Tentang kisah masyarakat Indonesia di sana. Tentang bagaimana mereka menyimak perseteruan KPK-Kepolisian. Berikut saya kutipkan sebagian  :

…..Berlin - Kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan Kejagung mengundang keprihatinan masyarakat Indonesia di luar negeri. Pelemahan intitusi hukum adalah kemenangan bagi para koruptor.

“Musuh sejati adalah para pelaku korupsi dan konspirasi, bukan institusi yang sah dan dilindungi undang-undang,” kata Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman (FORKOM) Nugroho Fredivianus.

Kriminalisasi KPK juga menjadi keprihatinan masyarakat Indonesia di Jerman. Menurut Nugroho, KPK seharusnya dijadikan sebagai mitra kerja ideal kedua kakak kandungnya yaitu Polri dan Kejagung. “Namun masyarakat disuguhi pertikaian dan konflik dari ketiga institusi yang justru sangat dinanti prestasinya,” lanjutnya……

 

Berita di atas tidaklah istimewa. Tapi bagi saya ada nuansa yang berbeda. Tak  ada kemarahan yang meluap. Tak ada kebencian yang membuncah. Tak ada sumpah serapah dan cacian pada institusi kepolisian dan kejaksaan. Sesuatu yang hari-hari terakhir ini tak jarang menguasai emosi kita.

Mungkin karena jarak, mungkin juga karena suhu yang dingin, saudara kita di Berlin tetap jernih memandang siapa sesungguhnya musuh kita bersama.  Bbrrrrrr

Sumber : detiknews.com

(Lihat foto: From Berlin With Love)


Artikel ini memiliki: 5 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »