Tanggal 22 Oktober ini, perusahaan software terbesar dunia akan mengeluarkan versi baru software utamanya dan akan menggantikan sistem operasi yang paling banyak dipakai dan juga paling lama tidak diganti. Saya bicara mengenai Windows 7 yang akan diluncurkan untuk menggantikan Windows XP (maaf Windows Vista). Seperti banyak pemakai XP mengatakan enggan pindah ke Vista, karena banyak masalah yang dimiliki sistem operasi tersebut, yang menyebabkan jenjang hidupnya sangat pendek, bukan karena kemajuan teknologi yang sangat pesat, tapi karena ketidak mampuan Vista menjadi sistem operasi pilihan pemakan PC. Meski XP cukup solid untuk ukuran pemakai PC, teknologinya sudah cukup tertinggal.
Layaknya aplikasi-aplikasi computer, upgrade atau versi baru akan menawarkan fitur-fitur baru yang lebih canggih untuk meningkatkan produktivitas, kesenangan dalam menggunakan komputer dan juga membuka pintu pemakainya untuk mencoba hal- hal baru. Bahkan internet yang kita pakai saat ini sudah mengalami beberapa peningkatan, baik dalam hal kecepatan, maupun penggunaan. Khushsnya dalam hal penggunaan kita sedang berada ditengah-tengah paradigma internet yang menurut saya sangat berbeda dengan internet yang kita kenal sebelumnya. Paradigma ini menawarkan pemakainya sebuah platform untuk saling berpartisipasi. Situs-situs besar saat ini seperti khususnya facebook atau wikipedia merupakan contoh yang sangat mempersonifikasikan paradigma tersebut: sharing berbagai hal yang kita lakukan melalu status update, hal-hal yang ada dalam benak kita melalui fitur comment atau "like" dan juga berbagi pengetahuan melalui link sharing misalnya. Satu hal yang sangat menarik bagi saya dan kemungkinan hanya dimengerti oleh rekan-rekan yang berkecimpung di dunia software development, facebook juga menawarkan sebuah platform untuk menciptakan fitur-fitur tambahan yang facebook tidak dapat tawarkan. Pendeknya, facebook membuka pintunya bagi para developer untuk mengolah data-data yang dimiliki facebook untuk dijadikan berbagai aplikasi baru.
Walhasil facebook menjadi salah satu kalau tidak merupakan situs terbesar saat ini: 6 triliun menit jumlah waktu yang dihabiskan seluruh pemakai facebook dalam satu hari, 2 triliun foto yang terdapat dalam facebook dan 350 ribu aplikasi yang dibuat oleh 1 juta developer dari 180 negara yang berdiri diatas pondasi facebook, misalnya: mafia war, farmville dan quiz-quiz yang membanjiri news feed setiap harinya.
Kuncinya? paradigma ekosistem partisipasi seperti yang dicetuskan Tim O'reilly yang juga pencipta teminologi Web 2.0 dan Gov 2.0. Dalam sebuah wawancara mengenai Gov 2.0, beliau menarik contoh suksesnya perusahaan-perusahaan internet seperti facebook dalam mengikat (engaging) penggunanya terletak pada platform untuk berpartisipasi yang ditawarkan facebook: "the most successful companies are those that build frameworks that enable a whole ecosystem of participation from others".
Indonesia juga sedang di tengah - tengah pesta peluncuran sistem operasi terbaru dengan dipilih dan disahkannya pemerintahan SBY 2.0. Versi 2.0 yang saya tambahkan di SBY sayangnya belum terbukti dapat menyamai paradigma internet 2.0 yang menawarkan penggunanya untuk saling menciptakan berbagai hal baru yang dapat berguna. Si raksasa facebook sendiri sadar bahwa fitur yang ditawarkannya tidak akan mampu mengikat penggunanya. Tetapi masalah ini dapat ditutupi oleh para developer yang menciptakan aplikasi-aplikasi lainnya diatas pondasi facebook sendiri.
Seolah tidak sadar betapa mudahnya pemerintah maupun kubu legislatif dalam menggunakan teknologi internet untuk mengikutsertakan rakyat agar dapat mendapatkan hasil yang lebih sempurna: hasil yang sesuai dengan keinginan rakyat, kita kembali melihat dagelan-dagelan lama yang sudah kita kenal terjadi di kubu DPR, seperti perebutan komisi demi kepentingan partai dan sayanyanya kepentingan pribadi atau di kubu pemerintah dengan tawar menawar posisi mentri. Rakyat yang menggotong wakil-wakil rakyat tersebut ke kursi yang sangat terhormat melalui pemilu yang demokratis kini ditinggal kabur oleh mereka yang sebelumnya menebar janji. Kemana mereka, apa yang mereka lakukan saat ini. Apa kita tahu agenda yang mereka perjuangkan, sejauh mana progres yang mereka capai, berapa biayanya, untuk apa?
Sejauh ini, saya belum melihat adanya keinginan pemerintah ataupun wakil rakyat untuk mengikutsertakan elemen terpenting dalam negara demokrasi: rakyat, untuk bersama sama menciptakan lingkungan bernegara yang produktif atas dasar partisipasi elemen-elemen sebuah negara: rakyat, wakil rakyat dan pemerintah. Platform yang saya lihat kembali yang sudah kita lihat dari versi-versi sebelumnya, yaitu platform yang lebih mengutamakan elite politik. Ciri khasnya tetap sama: tidak ada transpransi, tidak ada spesifikasi yang jelas untuk dijadikan bahan acuan dan mengukur qualitas, tidak mempromosikan keikutsertaan rakyat dengan tidak diberadakannya platform yang terbuka bagi rakyat untuk mengolah data dan informasi demi kepentingan umum.
Sepertinya halnya sistem operasi, kita akan disodorkan update atau patches untuk diinstal agar dapat menutupi kekurangan-kekurangan sistem operasi tersebut saat diluncurkan ke pasaran. Mudah-mudahan kita juga aka dapat update atau patches untuk beberapa tahun kedepan demi kebaikan bangsa dan negara.
every man … feels that he is a participator in the government of affairs, not merely at an election one day in the year, but every day" - Thomas Jefferson
Artikel ini memiliki: 5 Komentar • Menarik +2