Menjadi Inklusif Ternyata Tak Mudah • penulis: kalipaksi, 03 Oktober 2009 16:25:36 • 6 KomentarMenarik +5

Menjadi manusia yang inklusif ternyata tidak mudah. Setidaknya, itu kesimpulan yang bisa saya tulis tentangnya. Aha...nanti dulu, inklusif dalam konteks apa dulu?

Selama hampir 14 tahun, saya pernah bergulat dengan sebuah komunitas spiritual yang begitu mudah memvonis orang lain sebagai kaum kafir. Sungguh, komunitas itu begitu sangat mudahnya menvonis orang lain "kafir" dengan landasan berbagai sabda Ilahi. Waktu itu, saya enjoy-enjoy saja. Ya, menurut saya, sikap seperti itu sangat sembrono dan melangkahi hak-hak universal kemanusiaan. Namun, blunder-nya, saya sempat menikmati kesemberonoan itu.

Hingga suatu ketika, saya diberi kesempatan oleh Ilahi Sang Pencipta Jagat Raya ini untuk melakukan interaksi dan dialog dengan sejumlah manusia berhati mulia, yang kebetulan lahir bukan sebagai muslim (seperti saya). Alhamdulillah, berkat kurnia-Nya, saya bisa berdiskusi dengan mereka, mulai dari pendeta nasrani baik Protestan maupun Katolik, penggiat Vihara dan Kelenteng, hingga pelayan ibadah sejumlah Pura Hindu Bali.

Entah, mengapa, sejurus setelah serangkaian dialog itu saya menikmati ekstasi spiritual yang belum pernah mengekspresi dalam kehidupan yang saya lakoni. Dan entah kenapa, muncul sebuah gugatan spiritual untuk lebih memahami keinginan Tuhan dari berbagai literatur tentang keberagaman keyakinan manusia yang menjadi ciptaan-Nya; tentang beribu cara untuk menuju diri-Nya. Cara pandang terhadap manusia lain, yang berbeda keyakinan spiritual, pun berubah 180 derajat.

So, malangnya, perilaku inklusif yang secara perlahan saya deklarasikan dalam bentuk sikap dan perilaku itu mendapat tentangan dari teman-teman lama di komunitas spiritual yang eksklusif tadi. Mereka bilang, saya sudah tersesat. Ada yang berbisik, saya sudah keblenger dengan berbagai teori pembebasan. Ada juga yang menghujat bahwa saya sudah murtad, juga kafir. Subhanallah.... Padahal, tak selewat pun pengabdian ritual kepada-Nya saya lupakan.

Memang, tiada bantahan yang perlu saya layangkan untuk berbagai vonis itu. Karena itu, saya tulis posting ini sebagai sebuah share bagi Anda.

catatan: juga pernah terposting di kalipaksi.com


Artikel ini memiliki: 6 KomentarMenarik +5

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »