Beberapa hari terakhir menjelang buka puasa ini, saya kebetulan suka menonton televisi sembari menunggu saat berbuka tiba. Sambil melongo menoton setiap siaran dan bolak-balik memencet kontrol remot( remote control) untuk memindah-mindah program siaran yang menarik dihati, tanpa sengaja dalam dua hari berturut-turut saya menonton siaran dari stasiun dan program yang berbeda tapi mendapati satu tema yang sama, yaitu tentang Kurma. Kalau hari sebelumnya ngomongin produk kurma beserta varian produk kue olahannya yang aduhai betapa nikmatnya, pada hari berikutnya seorang Ustad ngomongin tentang manfaat kurma bagi kesehatan ditambah dengan tambahan ayat-ayat suci yang meyakinkan. Setelah saya menonton, tanpa saya sadari alam bawah sadar saya merekonstruksi beberapa kejadian dan aktivitas saya sebelumnya.
Pertama, pikiran saya melayang mengingat siaran televisi dan koran sebelumnya tentang aliran dana terorisme yang berasal dari Timur Tengah dimana buah kurma hidup dan berproduksi. Kedua, pikiran saya melayang mengingat berbagai siaran televisi, radio, koran, internet tentang negri malaisya karena memang akhir-akhir ini negri tetangga kita yang satu ini memang terasa sedang mengusik nasionalisme bangsa ini dengan berbagai klaim terhadap produk budaya kita. Ketiga saya ingat makanan cepat saji (fast food) MacDonald yang iklanya negkreng hampir setiap hari di televisi walaupun di kota kecil tempat tinggal saya saat ini warung makanan ini belum berdiri. Ke-empat saya jadi ingat nikmatnya buah sawo lezat yang dulu sekali saya suka petik langsung dari kebun tetangga saya sebagai sidikit pembanding rasa terhadap makanan-makanan mahal seperti kurma maupun MacDonald sebelumnya.
Pikiran saya bercampur-baur tidak karu-karuan pada waktu itu. Ada persoalan ilmu pengetahuan, teknologi, iklan, persepsi ideologis, politik antar bangsa, ekonomi rumah tangga, kehidupan sosial, budaya, agama, harga diri, pertanian, pertahanan keamanan nasional, sampai dengan buka puasa pada sore itu mau makan apa dan sama siapa yah???. Sampai saking rumitnya, untuk menuliskannya pun sulit. Tapi ada satu yang mengusik saya untuk menuliskanya, yaitu tentang Nasionalisme kita.
Terus terang saja, saya sebagai bagian warga negara yang beberapa hari sebelumnya membaca di media massa kalau makanan yang setiap hari kita makan seperti garam, daging, kentang, jagung, tepung dll adalah masih import semua merasa risih ketika saya mendapati iklan tentang Kurma dan MacDonald tanpa ada lawan tanding iklan dari produk makanan yang diproduksi oleh bangsa kita sendiri, yang membuat petani dan pedagang kita jadi makmur sejahtera. Sampai-sampai momen Puasa yang seharusnya jadi momentum yang baik untuk mempromosikan produk buah-buahan lokal kita sendiri sudah dilalap oleh Kurma yang jelas-jelas di import dari negri lain yang tentu juga turut menguras devisa kita. Dalam hati saya, apa Alloh memang ciptakan buah kurma sebegitu hebatnya dan karenanya mengalahkan semua produk buah-buahan kita???. Atau memang kita tak punya buah yang patut kita angkat???. Sepertinya alam bawah sadar kita telah nikmat terjajah oleh bangsa dari Utara Dekat, Utara Jauh, Timur Tengah, Timur Jauh, Asia Dekat, Asia Jauh, Selatan Dekat, Selatan Barat Daya, dsb-dsb.
Saya malahan sampai bertanya-tanya dalam diri saya sendiri, apakah saya ini salah yah?? Hari gini ngomongin nasionalisme???. Mungkinkah pikiran dan perasaan saya saja yang terlalu berlebih-lebihan???. Ataukah memang persepsi orang = ideologi dengan pretensi apapun = kegiatan jual beli???. Bagaimana menurut anda???
Artikel ini memiliki: 22 Komentar • Bagus +3