Laptop 10.5 juta pakai dana BOS isinya apa saja? • penulis: laind, 27 Agustus 2009 08:43:47 • 72 KomentarPenting +10

Membaca berita dari Surya di sini, ada beberapa keprihatinan yang aku rasakan.

Mari kita bedah beritanya satu-persatu:

Sejumlah kepala sekolah yang terlanjur membeli laptop dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) mengaku kecewa. Pasalnya, mahalnya harga laptop yang mencapai Rp 10,5 juta tidak sebanding dengan spesifikasi komputer jinjing tersebut.

Di berita ini disebutkan bahwa harga laptopnya Rp. 10.5 juta, dan diambil dari dana BOS. Dengan harga yang sama kita bisa beli laptop dengan spesifikasi lumayan. Bisa buat ngegame, bahkan bikin video, atau beli MacBook. Tapi ternyata, 4.7 juta digunakan untuk "membeli" software sistem pelaporan keuangan BOS.

Diperoleh informasi, sisa harga tersebut adalah untuk membeli software sistem pelaporan keuangan BOS. Harga jual software tersebut Rp 4,7 juta atau senilai laptop yang sama namun berbeda merk.

Berita menarik, daripada ngehabisin duit Rp. 4,7 juta buat software yang nggak jelas (dan sudah pasti itu overpriced) sebaiknya dipakai beli Office 2007 dan WIndows XP yang total paling 3 jutaan, dan bisa ditekan jika ada agreement dengan Microsoft, macam MCA (Microsoft Campus Agreement) di kampus-kampus. Sebagai perbandingan software akuntansi, software akuntansi dari Zahir hanya seharga satu jutaan.

Dan lagi, perjanjian yang lazim, perjanjian pembuatan perangkat lunak tailor-made menggunakan sistem proyek dan nggak dijual sendiri-sendiri seperti ini.

Dan yang paling menggelikan:

"Saya sudah membeli laptop. Tapi tidak bisa digunakan, karena harus memakai password. Tapi password itu tidak juga diberikan. Inikan aneh," ungkap Syaiful Bahri, Kepala SMPN 7 Jember, kepada wartawan, Selasa (25/8).

Beli komputer, tapi nggak bisa dipake? So much for 10.5 juta.

Lebih lanjut, ternyata password baru diberikan saat pelatihan.

Sebelumnya, bos CV Tri Putra Wicaksana, David Gunawan, yang dipercaya menyalurkan laptop BOS menyatakan, pemberian password akan dilakukan pada saat pelatihan pengoperasionalan software.
Jika diberikan saat ini, khawatir disalahgunakan dengan memperbanyak software secara ilegal. "Password itu untuk menghindari pembajakan. Masing-masing akan diberikan password. Kapan waktunya, masih menunggu pemberitahuan dari Dinas Pendidikan," kata David.oen

Sekarang, pembajakan adalah kata teror yang baru.

Dari sini ada kecenderungan markup harga software, dan praktek yang nggak lazim dalam pengembangan perangkat lunak. Antara para pengelola BOS tidak bisa melakukan pembelian software pelaporan keuangan BOS dengan benar, atau disengaja.

Atau simply memanfaatkan ketidaktahuan guru dengan IT untuk membodohi mereka? Ini kan sama saja beli kucing dalam karung, yo males, rek. Beli komputer 10.5 juta nggak ngerti isinya apa.

Kalau dibreak down maka sepertinya ini memang proyek based:

  1. Buat pengadaan laptop.
  2. buat pengadaan software.
  3. Buat pelatihan dan pemberian password.

Any comment?

Butuh diusut lebih lanjut?

 


Artikel ini memiliki: 72 KomentarPenting +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »