kami adalah pemuka-pemuka agama
kami kenakan pakaian terbaik yang ada di almari kami,
kami lilitkan sehelai kain sarung kuat-kuat di perut kami
kami gunakan surban di kepala kami
bukan, bukan untuk memuja Tuhan kami,
melainkan untuk memberantas orang-orang yang tidak sepaham dengan kami
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
kami pemimpin-pemimpin bangsa ini,
kami gunakan simbol-simbol agama di dalam kampanye kami,
kami kenakan kopiah di foto-foto resmi kenegaraan,
kami tak lupa menyematkan gelar-gelar berbau keagamaan di depan nama kami
semuanya hanya supaya kami terlihat alim dan santun
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
kami adalah generasi muda penerus negeri
kami gemar mengkonsumsi barang-barang dari negeri jauh,
kami bangga mengkonsumsi kebudayaan yang terkadang tidak sesuai dengan kebudayaan negeri kami
sampai terkadang kami lupa akan kebudayaan kami sendiri,
tapi ketika tari-tarian, musik, pakaian dan segala kebudayaan kami diambil oleh negeri lain,
sontak lantak kami berteriak-teriak, berkoar-koar,
seolah-olah kamilah pencinta kebudayaan negeri yang nomor satu
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
kami adalah mahasiswa negeri ini
didaulat sebagai intelektual muda negeri kami
kami kenakan jaket almamamater kami dengan penuh kebanggan
tak lupa beserta seluruh atribut penanda kebesaran kampus kami
bukan, bukan untuk berdemonstrasi menyelamatkan negeri
tapi kami hendak bertarung dengan mahasiswa dari kampus lain
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
kami adalah rakyat biasa di negeri kami
negeri yang katanya murah senyum dan menjunjung persaudaraan
tapi kami tak segan-segan merampas, menindas, mengintimidasi dan menganiaya saudara kami sendiri
"ini soal perut bung!" begitu dalih kami
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
negeri kami katanya begitu kaya raya
segala macam bahan tambang terkubur rapat-rapat di bawah tanah yang kami pijak
aneka jenis tetumbuhan tumbuh di atas tanah negeri kami
sebutkan saja semua jenis mahluk laut yang bisa kau bayangkan
semua ada di laut kami,
tapi kau bisa melihat dengan mudah betapa miskin negeri kami
tapi kau bisa menyaksikan betapa nyawa anak-anak negeri ini tidak ada artinya di negeri seberang
bukankah negeri kami adalah negeri yang paling munafik?
jadi ayo, kunjungilah negeri kami,
niscaya akan kami haturkan sembah sujud kepada manusia-manusia berkulit putih dan berambut pirang,
menggunakan bahasa yang tidak kami mengerti, dan di sakunya terdapat mata uang yang bukan mata uang negeri kami..
Jakarta, 22 Agustus 2009
Artikel ini memiliki: 8 Komentar • Menarik +10