Pernahkah anda (bagi wanita) mendapatkan cuti 2 hari yaitu cuti menstruasi tiap bulan? Pernahkah ijazah anda ditahan sehingga tidak dapat melamar pekerjaan lain? Pernahkah anda magang di suatu perusahaan tetapi diperlakukan dan diberikan pekerjaan yang bobotnya sama seperti pekerja sebenarnya? Pernahkah anda kerja lembur tetapi tidak diberi tambahan gaji?
Beberapa pertanyaan di atas apabila dijawab dengan “tidak” maka hak-hak anda sebagai buruh telah dilanggar. Tidak banyak orang yang menyadari hal ini, hitung saja berapa banyak perusahaan yang menjelaskan secara gamblang mengenai hak-hak buruh? Mereka toh lebih suka menjelaskan peraturan-peraturan perusahaan kepada pegawainya serta ancaman-ancaman apabila mereka melanggar aturan perusahaan. Atau bahkan lebih parahnya lagi kita bisa saja lupa bahwa kita adalah buruh yang mempunyai Hak.
Sungguh miris nasib buruh di Indonesia. Berdasarkan hasil riset dari salah satu lembaga riset di Indonesia mengatakan bahwa pelanggaran hak-hak buruh yang paling parah adalah pada pegawai bank. Banyak pegawai Bank yang berstatus ‘kontrak’, teller yang menjadi core dari sebuah bank pun hanya pegawai ‘kontrak’, parahnya lagi pegawai ‘kontrak’ pun sudah merambat hingga posisi Junior Business Development..!
Pelanggaran hak buruh yang kedua terparah terjadi pada Anak Magang. Anak magang seharusnya dibayar, tetapi kenyataannya masih banyak yang tidak dibayar, diberi uang makan dan transport pun tidak. Anak magang benar-benar ‘diperbudak’, dengan gaji yang rendah (bagi yang dikasih) mereka dibebani pekerjaan setara pekerja yang sebenarnya. Si ‘Bos’ nya pun membujuk rayu bahwa ini untuk pengalaman, belajar bekerja, blabla blaaa, si anak pun terbujuk rayu hingga masa magangnya diperpanjang tanpa peningkatan gaji.
Itulah, mengapa saya menuliskan hal ini karena sebagai seorang mahasiswa daerah yang sedang magang di sebuah agency iklan di Jakarta saya merasa empati dengan teman2 magang lainnya. Beruntunglah saya dari keluarga yang berkecukupan. Tetapi bagaimana dengan nasib anak magang lainnya yang dari menengah bawah?
Ini kasus real, di sebuah perusahaan ada yang membuka lowongan magang dgn posisi sebagai Cleaning Service! Dan apa yang didapat anak magang? Wow.. they’ve got nothing! Gak dikasih gaji samasekali, hanya makanan rantangan dari kantor yang mereka dapat. Aku gak habis pikir, kenapa anak magang dibutuhkan untuk menjadi Cleaning Service?? Whaddda fcuk! Itu hanya akal2an perusahaan untuk mendapatkan pekerja murah!! Dan masih banyak lagi akal2an perusahaan yang semuanya tak bisa aku ceritakan disini …
*hanya corat coret maap klo tulisan ini masih belepotan, soalnya ini baru pertama kali nulis di politikana, hhe*
(Lihat foto: Hak-Hak Buruh yang Terlupakan)
Artikel ini memiliki: 13 Komentar • Penting +5